Home / Headline / Pengiriman 1 Kg Sabu dari Riau Digagalkan Polres Banyuasin

Pengiriman 1 Kg Sabu dari Riau Digagalkan Polres Banyuasin

BP/IST
Satu tahun menjadi buronan polisi , Alius (39) otak pelaku perampokan terhadap owner arisan di Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin berhasil ditangkap oleh Unit II Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel.

Palembang, BP

Satu tahun menjadi buronan polisi , Alius (39) otak pelaku perampokan terhadap owner arisan di Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin berhasil ditangkap oleh Unit II Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel.
Pelaku terpaksa ditangkap pihak Ditreskrimum Polda Sumsel karena mencoba kabur dengan cara mendorong petugas yang melakukan penangkapan di salah satu pondok di Desa Tanah Lembak Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, Jumat (17/4).
Kejadian ini sebelumnya terjadi pada tanggal 19 Juni 2019 lalu sekira pukul 12.00 di ujung Desa Tanah Lembak Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin.
Pada saat kejadian pelaku mengetahui bahwa korban yang merupakan owner arisan ini membawa uang sebesar 70 juta.
“Pelaku yang merupakan otak perampokan ini sebelumnya mengetahui bahwa korban yang merupakan owner arisan dan membawa uang sebesar 70 juta,” kata Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Suryadi , Jumat (17/4).
Setelah mengetahui hal tersebut, korban yang sedang dalam keadaan hamil 7 bulan dibonceng oleh temannya dengan menggunakan sepeda motor N-Max melewati desa tanah lembak.
Ketika berada di ujung desa tanah lembak korban diberhentikan oleh empat pelaku yang menggunakan senjata api.
Kemudian pelaku Ujang, Bugel, Iwan Key, dan Alius langsung menarik kalung korban dan tas korban yang berisikan uang 70 juta.
Selain merampas kalung dan tas korban, pelaku juga mengambil motor milik korban dan meninggalkan korban di pinggir jalan.
Dua pelaku Irwan dan Alex sebelumnya sudah ditangkap dan menjalani hukuman.
Sedangkan satu pelaku lainnya Ujang yang baru dua bulan bebas dari penjara saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
“Kita masih mempunyai satu pelaku lagi yang saat ini masih buron yakni Usman yang baru beberapa bulan keluar dari penjara karena kasus perampokan emas,” kata Kompol Suryadi.
Darinyelidikan lebih lanjut.
“Tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat 2 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara maksimal seumur hidup atau hukuman mati,” katanya.
Sementara tersangka Dahri yang merupakan warga Jl Rowobening Perumahan Pemata Bening Blok E.No12 RT.04.RW.20 Kecamatan Tampan, Kota Pekan Baru Riau, mengaku sudah dua kali melakukan pengiriman narkotika.
Dirinya tertarik untuk mengantarkan narkotika dari Provinsi Pekan Baru Riau ke Sumatera Selatan Kabupaten Banyuasin karena tergiur dengan upah besar yang bakal didapatkan. Pada pengiriman pertama dirinya mendapatkan upah sebesar Rp 20 Juta dan pada pengiriman kedua mendapatkan upah sebesar Rp 40 Juta.
“Saya menyesal telah melakukan hal ini, karena terdesak kebutuhan ekonomi, dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari jadi saya terpaksa,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Fraksi Partai Golkar DPRD Sumsel Soroti Alokasi  Dana Bantuan Daerah Yang Fokus Di Daerah Tertentu

Palembang, BP DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rapat paripurna XXII dengan agenda tanggapan Fraksi-Fraksi di DPRD Sumsel terkait pembahasan ...