DPC Peradi Palembang Dan FH UMP Gelar PKPA Angkatan XII

    7

    BP/DUDY OSKANDAR
    Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diraja SH Mkn

    Palembang, BP

    Kota Palembang ditetapkan menjadi zona merah penyebaran Covid-19 (Virus Corona). Penetapan ini berdasarkan riwayat infeksi Corona yang berdasarkan transmisi lokal.

    Sampai hari ini, Jumat (17/4), terdapat penambahan 17 pasien positif Corona di Sumsel, 15 diantaranya domisili di Palembang. Sehingga total konfirmasi positif Corona di Sumsel sampai hari ini berjumlah 54 kasus positif.

    Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo RM Fauwaz Diraja SH Mkn menilai dengan kondisi demikian maka kota Palembang sudah layak diberlakukan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

    “ Kalau bisa pak Gubernur secepatnya melayangkan PSBB ke Kementerian terkait, kalau tidak melakukan PSBB , akan terlambat, jangan seperti di New York atau di Italia karena tidak menyadari PSBB sudah kena satu nunggu orang mati 10 ternyata begitu dimulai besoknya muncul 100 sampai 200 kasus,” katanya, Jumat (17/4).

    Menurutnya Gubernur Sumsel memiliki kewenangan untuk melaksanakan PSBB dengan melakukan permohonan kepada kementrian terkait.

    “Tapi sebelum diberlakukan PSBB perlu ada persiapan buat masyarakat Palembang, sistimatikanya seperti apa, misalnya semuanya orang di rumah harus ada call center utama nomor berapa?, kalau ada terindikasi corona, mungkin ada mobil bisa langsung menjemput, apalagi mobil gawat darurat kita sedikit, kalau bisa siapin ambulance-ambulance kematian bisa dikumpulin diposko Covid-19, siapa yang kena covid dijemput dengan ambulance itu, jadi enggak ada lagi masyarakat berkeliaran dengan alasan mengantar orang sakit covid-19 atau apa,” katanya.

    Selain itu dokter online juga menurutnya harus dipersiapkan dan obatnya bisa diantar oleh orang pemerintah.

    “ Perbatasan Palembang wajib di perketat, mungkin namanya PSBB kalau bisa setiap perbatasan kabupaten kota membuat portal-portal supaya tidak saling tembus sementara, kalau lambat-lambat ekonomi kita tambah turun, ekonomi ini jujur sudah turun, Cuma kalau kita lambat , maka tidak ada kepastian, masyarakat tambah was-was, orang berkerja enggak boleh dengan alasan corona, tapi sekarang masih banyak orang keluar, jadi aturannya dipertegas, diperjelas dan di peringkas apa yang boleh, apa yang enggak, apa kewajiban negara yang akan diberikan atas kejadian ini,” katanya.

    Untuk pasar-pasar menurutnya mungkin untuk penjualan sembako saja yang buka .

    “ Sekarang ekonomi sudah turun semua, saya tanya tadi orang pasar, sudah penurunan penjualan 25 persen, itu pasar sembako, belum pasar yang lain,” katanya.

    Sedangkan Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, mengatakan tak menutup implementasi dari MoU tersebut jadi kita mengadakan kerjasama dibidang PKPA, mudah-mudahan kedepannya kita mengadakan kerjasama-kerjasama yang lain yang sifatnya saling dukungan DPC peradi Palembang dengan Fakultas Hukum UMP,” katanya.
    Dia menilai profesi advokat merupakan profesi yang sangat mulai sehingga dia berharap profesi ini jangan di kotori dengan hal-hal yang tidak baik misalnya mengabaikan atau menelantarkan klien, sebab profesi advokat ini merupakan profesi kepercayaan dari masyarakat, jika sudah mengabaikan tugas sebagai advokat tentu habis kariera advokat tersebut.#osk