Home / Headline / Palembang Tetap Kebanjiran, Enam Pompa Sungai Bendung Dinilai Tak Berefek

Palembang Tetap Kebanjiran, Enam Pompa Sungai Bendung Dinilai Tak Berefek

Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Palembang sekitar dua jam pada Rabu (15/4/2020).

Palembang, BP–Dimilikinya enam pompa di Sei Bendung dengan kapasitas 36.000 liter per meter kubik dinilai masyarakat belum ada efeknya. Pasalnya, hujan deras yang mengguyur Kota Palembang sekitar dua jam pada Rabu (15/4/2020) mengakibatkan banjir di mana-mana.

Permasalahan banjir di Kota Palembang memang belum tuntas. Berdasarkan pantauan, banjir terjadi lantaran masih banyaknya drainase yang tidak berfungsi dengan baik, terutama di kawasan lingkungan rumah penduduk. Seperti diantaranya di Papera, Dwikora, Sapta Marga, M Isa, Mayor Ruslan, Sekip, Sungai Buah, PTC, R Soekamto, Angkatan 66.

Salah seorang warga Palembang, Kristina mengatakan, pemerintah belum lama ini meresmikan pompanisasi Sungai Bendung dengan enam pompanya. Tetapi, banjir tetap terjadi padahal sebagai warga Kristina memiliki angan tinggi agar pompa mampu menjadi solusi.

“Rumah kita kebanjiran, setiap hujan deras, sepertinya tidak ada bedanya Palembang punya pompa atau tidak, masih tetap banjir juga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang Ahmad Bastari Yusak mengatakan, dengan intensitas hujan yang lama dan deras saat ini beberapa titik Kota Palembang masih banjir.

“Banjir ini karena masih ada sedimentasi, dan penyempitan saluran, makanya perlu normalisasi saluran/sungai. Hal ini akan terus kita evaluasi dan perbaiki,” katanya.

Mengenai pompanisasi Sungai Bendung yang klaim memiliki covered wilayah yang sangat luas, diakuinya beberapa kawasan masih juga banjir. Tapi menurutnya, harus diakui jika waktu, ketinggian dan luasan genangan berkurang.

Salah satunya berkurangnya titik banjir di Palembang yang awalnya 66 titik menjadi 33 titik banjir. Selain itu, lama genangan air yang sebelumnya paling lama 12 jam, sekarang menjadi 2 jam. “Diantara 33 titik yang tersisa itu diantaranya kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Buah ini. Seperti Sapta Marga, Sekojo, Arif Sumiharjo,” katanya.

Menurutnya, saat ini Kota Palembang memiliki anggaran untuk penanganan banjir sekitar Rp60 miliar. Hanya saja diakuinya jika jumlah tersebut jauh dari kata cukup untuk menuntaskan persoalan banjir Palembang. “Masih sangat kurang, untuk pemeliharaan operasional, sendimenrasi, memperbaiki membuat saluran yang baru dan lainnya,” jelasnya. #pit

x

Jangan Lewatkan

Teror Kembali Terjadi di Sulteng Hendardi: Pemerintah Jangan Lengah

Jakarta, BP–Aksi teror dan ekstremisme-kekerasan kembali terjadi di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. ...