Home / Headline / Tiga Kali Masuk Penjara, Penodong Ini Ditembak

Tiga Kali Masuk Penjara, Penodong Ini Ditembak

BP/IST
Tidak jera masuk penjara dalam kasus perampokan dan pembunuhan, Santo (33) kembali harus mendekam di sel tahanan, akibat ulahnya telah melakukan aksi penodongan di Jalan Basuki Rahmat, 20 Ilir, Kemuning, Palembang, pada Kamis (27/2) lalu.

Palembang, BP

Bukanya bertobat setelah keluar dari penjara, Pria ini justru kembali harus merasakan dinginnya dinding penjara setelah melakukan aksi penodongan terhadap korban Bayu Prasetyo (20) di Jalan Basuki Rahmat Kelurahan, 20 Ilir Kecamatan, Kemuning, Kamis 27 Febuari 20 lalu.
Namun aksi Santo (33) warga Tanah Emas Km 14 Kecamatan, Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin ini terhenti setelah peluru anggota Buser Polsek Kemuning bersarang dikedua kakinya.
Kapolsek Kemuning Palembang AKP. Robert Sihombing mengatakan, anggota Buser kami berhasil menangkap tersangka penodongan di wilayah Basuki Rahmat Kemuning. Dimana tersangka merupakan resedivis tiga kali masuk penjara kasus pembunuhan dan perampokan kali ditangkap kasus penodongan.
“Dimana aksi penodongannya kali bersama dua orang temannya yang masih dalam pengejaran tim Buser, dengan modus mengacam korbanya dengan pedang. Sehingga korban menyerahkan dua hpnya,” katanya.
Tersangka berhasil di tangkap di rumah pacarnya di kawasan bukit besar, namun saat akan ditangkap pelaku ini berusaha melawan anggota sehingga tersangka harus diberikan tindakan tegas dan terukur.
Dihadapan polisi, Santo mengaku sudah tiga kali masuk penjara dalam berbagai kasus kejahatan. Yang pertama ia dihukum 12 dalam kasus pembunuhan, kedua dihukum sembilan tahun lagi lagi dalam kasus pembunuhan, ketiga kasus penodongan ia dihukum 1,6 tahun.
“Ini yang keempat kali aku masuk penjaro, yang terakhir ini kasus penodongan di Sekip samo duo kawan aku. HP nya di jual oleh Debi dan Rivan,”kata Santo di Mapolsek Kemuning Selasa (14/4).
Meski ketiga tersangka saat beraksi menggunakan sajam, korbannya tidak dilukai. Sajam yang dibawa tersangka hanya untuk mengancam korban saja. “Kalu korban nyo idak kami apo apo ke cuma kami takut takuti be, aku yang ngambek hp korban waktu itu,”kata pria yang tubuhnya dipenuhi tato ini.#osk

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

Debat Publik Kedua Bupati Muratara , Kandidat Tawarkan  Kesejahteraan Rakyat

Palembang, BP Debat publik kedua pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) digelar Senin (23/11). Pemilihan kepala daerah ...