Ultimate magazine theme for WordPress.

Kadisdik Sumsel Minta Guru Berikan Tugas Lewat KBM di Program TVRI

Palembang, BP–Pekan ini merupakan minggu perdana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam jaringan (daring) yang dialihkan dengan menonton program siaran di TVRI yang diimbau Mendikbud RI Nadiem Makarim sebagai langkah pencegahan Corona Virus Disease atau Covid-19.

Dengan program terbaru TVRI ini membuat guru tak memiliki peran sehingga guru honorer pun terancam tak digaji jika tak melakukan proses KBM tersebut.

Apalagi menurut Nadiem Makarim program ini akan berlangsung selama tiga bulan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs H Riza Pahlevi MM mengaku belum menerima surat edaran resmi dari Kemendikbud tentang KBM siswa yang merupakan kerjasama Kemendikbud dengan TVRI ini.

Baca Juga:  FKIP Unsri Seminar-kan “Re-Desain Pembelajaran IPA yang Adaptif di Masa Pandemi Covid-19”

Sehingga hal-hal teknis terkait peran guru dan lainnya dalam KBM terbaru ini belum mendapatkan arahan dari Kemendikbud.

“Tapi saya mengimbau kepada para kepala sekolah untuk menugaskan guru untuk membuat resume dari program belajar dari rumah yang merupakan kerjasama Kemendikbud dengan TVRI,” ujar Riza.

Terkait kapan akan di kumpul tugas resume dari semua program yang dipelajari melalui menonton televisi dikatakan Riza, agar pihak sekolah bersama guru mengambil kebijakan bagaimana baiknya.

Baca Juga:  Bina Darma For Semeru

Langkah tersebut dikatakan Riza agar guru honorer bisa tetap mendapat gaji dari KBM yang selama ini dilakukan menggantikan KBM tatap muka. Sehingga jangan sampai para guru terutama guru honorer juga tak terkena dampak secara ekonomi.

“Silahkan Kepala sekolah melihat bukti pengawasan dari guru kepada siswa melalui tugas resume. Kalau ada bukti lengkap saya rasa tak ada alasan guru untuk tidak digaji. Tapi ya kalau guru hanya duduk manis saja tanpa ada inisiatif ya tidak dapat gaji,” terangnya.

Baca Juga:  Kaum Disabilitas Tak Bisa Ikut Tes CPNS di Pemkot Palembang

Menurut Riza, program belajar dari rumah dengan edukasi dari program di TVRI ini disambut baik karena salah satu kelemahan KBM daring yang sebelumnya berjalan adalah ada siswa yang tak punya android, kemudian biaya kuota data internet hingga siswa di daerah yang terkendala jaringan internet.

“Tapi yang jelas kita masih menunggu surat edaran Kemendikbud dulu, bagaimana nanti peran guru, sementara guru kita tugaskan untuk meminta siswa membuat resume dari apa yang dipelajari melalui menonton di program TVRI,” jelasnya. #sug

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...