Home / Headline / Hj RA Anita Noeringhati: Palembang Belum Perlu PSBB

Hj RA Anita Noeringhati: Palembang Belum Perlu PSBB

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua Harian DPD I Golkar Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati

Palembang, BP

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai hari ini sampai 14 hari ke depan. Telah diterbitkan Peraturan Gubernur nomor 33 tahun 2020 yang mengatur PSBB di Jakarta, bagaimana di Palembang?

Ketua Harian DPD I Golkar Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati menilai PSBB bukan kewenangan daerah tapi kewenangan pusat dan juga izin ke Menteri Kesehatan (Menkes).

Apalagi PSBB, menurut Anita  jika dinilai grafiknya sangat terus, karena itulah perlu pengetatan wilayah yang harus segera dilakukan.

“ Kalau melihat situasi Palembang tiga hari ini, tetap masih 18 orang positip, saya rasa belum perlu melakukan itu, hanya pengetatan masuk wilayah itu harus dilakukan,” kata Anita usai menyalurkan sejumlah bantuan fasilitas serta sarana dan prasarana pencegahan penularan Covid-19 untuk tenaga kesehatan serta Rumah Sakit dan Puskesmas di palembang, Senin (13/4) di halaman Kantor DPD I Golkar Sumsel.

Anita mengaku mendapat laporan 160 orang mahasiswa dari Gontor langsung diarahkan ke Wisma Atlet untuk di rapid test, itu menurutnya bentuk pencegahan yang bisa dilakukan agar penularan covid-19 tidak terjadi.

“ Tapi memang harus diantisipasi , covid ini tidak ada gejala, sehingga dari diri kita sendiri yang harus bisa untuk membatasi diri kita sendiri,” katanya.

Sebelumnya Pemerintah Kota Palembang, saat ini menilai belum perlu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tetapi, Pemkot Palembang, meminta seluruh Camat, Lurah dan ASN berperan aktif, memberikan laporan terkait situasi di daerah masing – masing.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Palembang, Drs Ratu Dewa kepada awak media, melalui sambungan seluler, Minggu (12/4).

“Terkhusus Camat dan Lurah, agar sering – sering melihat, mencatat melaporkan, bila ada warga yang pulang, atau datang dari daerah lain, terutama dari luar Sumsel.” Katanya.

Bila ada warga yang baru datang, diminta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, bila ada gejala para Lurah, Camat ataupun masyarakat segera melaporkan kepada petugas.

“Bisa via telpon di 119, atau melaui RT – RW maupun petugas terdekat,”jelasnya.
Di samping itu juga, Pemkot Palembang akan meminta mahasiswa fakultas kedokteran UMP semester akhir, menjadi relawan covid-19.

Ditambahkan Dewa, beberapa anggaran OPD saat ini telah alami pergeseran. Sebagian anggaram terdebut dialokasikan untuk penanganan wabah virus corona.

“Bagi masyarakat yang dinyatakan positif, keluarganya akan kita berikan bantuan logistik, guna melakukan isolasi mandiri. Pemkot telah menambah anggaran penanganan covid-19 dari Rp 116 Miliar menjadi Rp 200 Miliar.Semua yang kita lakukan, tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi masyarakat dalam sosial distanting,” katanya. #osk

x

Jangan Lewatkan

Kapolda Sumsel Cek N Ricek Pembangunan Masjid Assa’adah

Palembang, BP Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel)  Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri ,S MM didampingi Kayanma Polda Sumsel AKBP ...