Home / Headline / Diduga Dinas PMD OI ‘Tahan’ Dana ADD

Diduga Dinas PMD OI ‘Tahan’ Dana ADD

Inderalaya, BP–Diduga guna memuluskan rencana kegiatan pemberdayaan karang taruna, pkk, studi banding ke Bali tahun 2020, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)Kabupaten Ogan Ilir (OI)  “menahan” dana Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp30 juta untuk setiap desa.

Sementara di OI terdapat 227 desa, sehingga total dana yang mengendap di rekening mencapai Rp6,8 miliar. Bahkan untuk melancarkan kegiatan “penahanan” dana tersebut dinas sampai melayangkan surat ke Bank Sumsel Babel cabang Inderalaya agar tak mencairkan dana tersebut.

Salah satu kades di Kabupaten Ogan Ilir yang enggan disbutkan namanya mengatakan mengapa sampai sebesar Rp30 juta dana ADD ditahan, saat wabah corona melanda idealnya kegiatan mengumpulkan orang, atau jalan-jalan semestinya tidak dilakukan karena memang dilarang. Padahal maksud dirinya uang tersebut akan digunakan untuk memberikan bantuan kepada rakyat desa dalam menghadapi pendemi corona.

“Ya kalau di Dana Desa kan sudah dihapuskan program pemberdayaan dialihkan dananya untuk antisipasi penyebaran corona, kami minta di ADD juga begitu jadi jangan lagi menahan uang rakyat desa sebesar Rp30 juta, untuk apa ditahan-tahan. Kalikan saja berapa jumlah desa di OI, uangnya bisa Rp6,8miliar. Kami ini rencananya mau beli sembako mau beli desinfektan untuk antisipasi corona. Yang kami pertanyakan mengapa dinas sampai menyurati Bank Sumsel Babel, untuk menahan dana itu. Kalau kami gunakan dan ADD pasti tidak sembaranganlah. Jadi curiga ini, jangan-jangan orang dinas khawatir kalau kegiatan  jalan ke Bali dibatalkan, mungkin dia tidak dapat fee dari situ. Ini musim corona, saya rasa kegiatan seperti itu bisa batal karena ada hal yang lebih penting untuk diatasi,” ujarnya.

Sementara itu Kadis PMD OI Trisnopilhaq ST Msi melalui Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD OI Leddy Ismed ST Msi membenarkan jika sudah mengirimkan surat kepada Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya untuk tidak mencairkan dana Rp30 jutaan per-desa.

Menurut Leddy, uang sebesar Rp30 jutaan tersebut saat ini mengendap di rekening desa, tidak disetor ke mana-mana, untuk sementara tidak ditarik, karena kalau diitarik juga tidak bisa di SPJ-kan. Karena untuk penanganan penyebaran virus corona sudah ada pos-posnya, seperti lomba desa, pelatihan yang lainnya sekitar Rp14-20 juta bisa digunakan untuk penanganan covid.

“Meskipun mereka tarik tidak bisa di SPJ-kan otomatis jadi balak (musibah-red) bagi mereka juga, kita khawatir kalau dana sembarangan digunakan akan jadi masalah bagi kades juga. Sementara instruksi pusat sampai Mei bahwa penanganan covid masih akan dilakukan. Namun kalau diperpanjang lagi maka bisa berubah, karena status darurat nasional. Jadi tidak ada proyek jalan-jalan ke Bali atau apa,  kita tidak bisa ngomong seperti itu. Mana mungkinlah kita ke Bali disituasi seperti ini,” ujarnya.

Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya Yathris Dermawan membenarkan bahwa Dinas PMD OI mengirimkan surat ke Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya,”ya memang ada surat dari PMD OI yang menyatakan agar memblokir uang sejumlah Rp30jutaan per desa, kami juga tidak berani   membuat surat untuk memblokir rekening kalau tidak ada surat tersebut. Jadi ketika ada surat pencabutan blokir ya kita bisa buka blokirnya,” ujarnya.#hen

x

Jangan Lewatkan

KPD dan IHH Jajaki Kerjasama Promosi Pariwisata di Palembang

Palembang, BP Komunitas Indonesia Hidden Heritage  (IHH).  sebuah komunitas yang giat memperkenalkan sejarah Indonesia dengan konsep historical walking trip, kali ...