Home / Headline / Enam Truk Bermuatan Pasir Timah Diamankan di Polda Sumsel

Enam Truk Bermuatan Pasir Timah Diamankan di Polda Sumsel

BP/IST
Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel menangkap enam unit truk diduga mengangkut pasir jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah.

Palembang, BP

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel menangkap enam unit truk diduga mengangkut pasir jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah.
Keenam truk beserta enam orang sopirnya ini ditangkap di Jalan Pelabuhan Tanjung Api Api Kecamatan Sungsang Kabupaten Banyuasin pada Jumat (27/3) lalu.
Pasir jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah ini diangkut dengan mobil truk yang diduga berasal dari provinsi Bangka Belitung.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol H Anton Setiyawan melalui Kasubdit Tipidter AKBP Ahmad Gusti mengatakan, penangkapan enam truk yang diduga mengangkut pasir jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah berawal
dari tertangkapnya dua unit truk.

Dua unit yang ditangkap adalah truk dengan No. Pol BG 8702 UT yang dikemudikan oleh Gunadi Effendi dan Truk No. Pol BG 8047 UC yang dikemudikan Rudi Aprianto. Kedua truk ini melintas di Jalan Tanjung Api Api, Kecamatan Sungsang, Kabupaten Banyuasin Jumat 27 Maret sekitar 14.30 WIB.
“Di dalam truk ini masing-masing bermuatan kurang lebih 1000 potong batako yang diduga terbuat dari pasir jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah,”kata AKBP Ahmad Gusti SIK SH , Selasa (31/3).
Dihari yang sama dengan waktu yang berbeda sekitar pukul 19.30.WIB anggota Unit II Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel kembali mengamankan empat truk yang juga mengangkut pasir jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah di Jalan Tanjung Api Api, Kabupaten Banyuasin pasir ini diduga berasal dari provinsi Bangka Belitung.
Keempat truk ditangkap tersebut adalah Truk dengan No. Pol BG 8437 KJ yang dikemudikan Aan (32), truk dengan No. Pol BG 8568 UN yang dikemudikan Herdi (52), truk dengan No Pol B 9402 UDD yang dikemudikan Zul Akwan (53) dan kernetnya M. Reza (26) dan truk dengan No Pol BG 8652 UN yang dikemudikan Yudiansyah (33). Muatan truk masing-masing berisi 1000 potong batako yang diduga terbuat dari pasir jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah.
“Modus yang digunakan yakni pasir yang diduga jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah di ambil dari lokasi percetakan batako di Koba, Kota Pangkal Pinang, Bangka. Lalu dibawa ke Palembang melalui pelabuhan laut dengan angkutan truk ke Kota Palembang,” katanya.
Saat ini barang bukti enam unit truk beserta muatan dan tujuh orang sopir dan satu kernet masih menjalani pemeriksaan dan terancam dengan pasal 158 dan atau pasal 161 UU no. 4 tahun 2009 tentang Minerba dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.#osk

x

Jangan Lewatkan

Harapan Warga Marga Bhakti Akhirnya Terpenuhi

#Nikmati Air Bersih dan Lampu Jalan Tenaga Surya   Baturaja, BP Setelah berulang kali dijanjikan oleh sejumlah pejabat dan anggota ...