Ultimate magazine theme for WordPress.

Jukir Sebar Video Hoak Tentang Corona Menangis Dihadapan Polisi

BP/IST
Diduga telah menyebarkan video ‘hoax’ seorang juru parkir RS Hermina, Depriadi (33) terpaksa meringkuk dibalik jeruji besi sel tahanan Polrestabes Palembang.

Palembang, BP

Diduga telah menyebarkan video ‘hoax’ seorang juru parkir Rumah Sakit (RS) Hermina, Depriadi (33) terpaksa meringkuk dibalik jeruji besi sel tahanan Polrestabes Palembang.
Warga Jalan Ahmad Yani Lorong Fajar I Kelurahan 8 Ulu Kecamatan Jakabaring ini dijemput paksa Anggota Intelkam dan diserahkan ke piket reskrim Unit Pidana Khusus Polrestabes Palembang untuk menjalani pemeriksaan intensif, Minggu (29/3).
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setiadji mengatakan, pelaku dengan sengaja menyebarkan video tersebut di group Whats App menggunakan handphone Redmi Note 5A warna silver milik pelaku. Namun, nyatanya pasien yang di evakuasi tersebut bukanlah terkena Corona.
“Ya benar kita telah mengamankan juru parkir di rumah sakit Hermina di jalan Basuki Rahmat,dimana pelaku ini dengan sengaja menyebarkab vidio adanya pasien corona di rumah sakit tersebut, namun pada kenyataannya pasien tersebut bukan pasien terkena virus corona” katanya. Senin (30/3).
Diketahui sebelumnya, pelaku Depriandi, pada Jumat (27/3) sekira pukul 11.40 sedang bekerja sebagai Juru Parkir di Rumah Sakit Hermina lalu mengunggah video menggunakan Handphone terhadap seorang Pasien yang sedang dibawa oleh 2 orang perawat laki-laki yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang akan dipindahkan ke dalam Mobil Ambulance milik Rumah sakit tersebut. Lalu pelaku berkata kepada pengunjung Rumah sakit bahwa pasien yang akan dimasukan kedalam mobil ambulance tersebut adalah pasien Positif Corona.
Tanpa mengecek kebenaran dari status pasien tersebut, lalu sekira pukul 13.00 tersangka mendistribusikan Video yang berdurasi 2:03 menit tersebut ke Group Whats App dengan Nama “Sahabat Nusapala” yang beranggotakan 20 (dua Puluh) orang. Dari ulahnya tersebut ia harus berurusan dengan Satreskrim Unit Pidsus Polrestabes Palembang.
Sedangkan pelaku Depriandi hanya bisa menyesal dan menangis apa yang telah diperbuatnya.
“Aku nyesel pak, aku cuma iseng ngambil vidio itu. Aku juga tidak tahu pasien itu sakit apa, ampuunn pak maaf aku dak pingin di penjara,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...