Beli APD Medis, IKA Polsri Buka Donasi

9

BP/IST
Ketua Harian IKA Polsri, Dr RD Kusumanto

Palembang, BP

Masih kurangnya berbagai macam Alat Pelindung Diri (APD) yang disiapkan bagi tenaga medis yang ada di garda terdepan dalam penanganan pasien pandemi Qif-19 mengundang kepedulian sejumlah pihak. Salah satunya dari Ikatan Alumni Politeknik Negeri Sriwijaya (IKA-Polsri) yang menggagas penggalangan donasi untuk membeli berbagai APD yang saat inu dibutuhkan tenaga medis di sejumlah rumah sakit di Sumsel.

“Seperti yang kita ketahui saat ini dari empat rumah sakit di Sumsel selain yang ditunjuk untuk menangani pasien terdampak pandemi Qif-19 kekurangan APD seperti pakaian khusus, pelindung kepala, sarung tangan dan masker. Inilah yang melatarbelakangi kami untuk ikut mengumpulkan donasi,” kata Ketua Harian IKA Polsri, Dr RD Kusumanto melalui siaran persnya, Senin (30/3).

Baca:  RSUP Mohammad Hoesin Palembang Mengisolasi Satu Lagi Pasien Sepulang Umrah

Bagi para donatur yang ingin membantu bisa menyalurkan bantuannya melalui rekening Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan nomor rekening 7075408433 atas nama IKA Polsri dan untuk konfirmasi donasi dipersilahkan mengirimkan pesan via whatapps (wa) ke nomor 085267077776 dengan Gamal. Dan hingga Sabtu (28/3) telah terkumpul donasi sebesar Rp32 juta.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumsel Lesty Nuraini mengakui, untuk kekurangan APD rumah sakit di daerah telah diajukan kepada Kementrian Kesehatan, BNPB dan beberapa tempat lain.

Baca:  Dosen Polsri Inisiasi Percepatan Produksi Kain Tenun UKM

“Empat rumah sakit selain RSMH sudah minim sekali APD, dan sudah kita dorong kepusat untuk membeli barangnya, tapi belum ada. Untuk saat ini RSMH masih bisa menampung semua, tapi jangan terlalu aman, makanya kita harapkan dari pihak perusahaan,” katanya.

Menurutnya, Sumsel mendapat 30 seat bantuan APD dari pusat. Tapi akan di prioritaskan untuk petugas medis yang kekurangan melayani PDP.

Baca:  Sopir Online di Palembang Tuntut Gojek Tak Potong Insentif

“Kita dapat bantuan dari pusat cuma 30 seat, dan akan kita bagi dulu yang paling urgent. Yang paling kita prioritaskan adalah yang melayani Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan yang sudah kekurangan,” katanya.#osk