Home / Headline / Ketua DPD Minta OJK Buka Hotline Pengaduan

Ketua DPD Minta OJK Buka Hotline Pengaduan

Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti bersama Ketua DPR Puan Maharani.

Surabaya, BP–Masih banyak kalangan dunia usaha skala kecil maupun menengah belum tersosialisasi dengan utuh mengenai stimulus keringanan kredit perbankan yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional terkait Covid-19.
“Ada yang mengadu ke saya, pihak bank masih menagih cicilan kredit. Ini tentu harus diperhatikan. Agar semua kebijakan yang diambil pemerinta berjalan di seluruh Indonesia,” ujar Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti di Surabaya, Jumat (27/3).
Dikatakan, batas waktu pemberian stimulus berakhir 31 Maret 2020 itu, harus dapat dimanfaatkan kalangan dunia usaha. Sehingga tidak terlambat mengajukan keringanan atau restrukturisasi kredit. Terutama bagi usaha di luar sektor yang disebutkan dalam POJK tersebut. “Sektor usaha selain di POJK bisa juga diajukan, asal dengan self-assessment dari bank, bahwa usaha tersebut terdampak Covid-19,” ungkapnya.
Sektor usaha yang disebutkan dalam POJK sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan. Namun tidak menutup kemungkinan sektor usaha di luar itu, asalkan terdampak Covid-19.
“Supaya kebijakan ini dapat terlaksana dan tidak menimbulkan penyimpangan di lapangan, saya berharap OJK membuka ruang komunikasi atau akses bantuan informasi yang mudah diakses oleh sektor dunia usaha. Sehingga kalangan dunia usaha dengan cepat dan tepat memanfaatkan stimulus kebijakan tersebut. Prinsip saya kebijakan tersebut harus dirasakan masyarakat,” tukas LaNyalla.
Seperti diketahui, ada 6 skema kebijakan yang dapat dimanfaatkan kalangan dunia usaha, terutama skala kecil dan menengah. Yakni penurunan suku bunga; perpanjangan jangka waktu; pengurangan tunggakan pokok; pengurangan tunggakan bunga; penambahan fasilitas kredit/pembiayaan; dan/atau konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara. Di luar itu ada skema keringanan bagi kreditur perorangan, terhadap pemilik cicilan kendaraan bermotor, perahu nelayan, dan kartu kredit serta perumahan.#duk

x

Jangan Lewatkan

Warga Mengaku Takut Berobat ke RSUD OI Tanjung Senai

Inderalaya, BP–Gara-gara pelayanan dan kebersihan RSUD Tanjung Senai Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang minim, banyak masyarakat takut berobat ke ...