Home / Headline / Kadinkes OI Akui Masker dan Hand Sanitizer Jadi Barang Langka

Kadinkes OI Akui Masker dan Hand Sanitizer Jadi Barang Langka

Kadinkes OI Nurhalina (baju batik) dan Kepala Seksi Rujukan Dinkes Yanti.

Inderalaya, BP–Masker dan hand sanitizer menjadi barang langka di Kabupaten Ogan Ilir (OI), bahkan stok tipis pun diakui oleh pihak menejemen Dinkes dan BPBD OI.

Kadinkes OI Nurhalina mengatakan saat ini stok untuk masker sangat tipis, kalau jumlahnya banyak pihaknya bersedia membagikan secara gratis kepada masyarakat.

Posko Covid 19 di Jalintim Inderalaya km 35.

“Sekarang stoknya tipis kita harus pesan dulu di Palembang, jadi kita gunakan untuk  petugas medis dan diberikan kepada ODP, karena pasien kan belum ada. Selain itu untuk hand sanitizer kita imbau setiap kantor menyediakan secara gratis. Memang stok masker kita tipis mau pesan juga harus menunggu karena susah dapatnya,” kata Kadinkes yang didampingi  Kepala Seksi Rujukan Dinkes Yanti.

Namun meski begitu, petugas Dinkes OI sudah melakukan penyemprotan disinfektan ke berbagai kantor seperti kantor bupati, kantor DPRD, kantor dinas di KPT Tanjung Senai, Kantor Samsat OI, masjid di Timbangan dan sebagainya.

“Tapi memang masih banyak kantor belum dilakukan penyemprotan disinfektan, ASN bisa meminta Dinkes untuk melakukan penyemprotan di kantor mereka seperti di kecamatan, kelurahan, dinas-dinas. Bahkan warga yang sekiranya membutuhkan penyemprotan bisa menghubungi pihak kecamatan dan pihak Dinkes atau langsung mendatangi posko covud 19 di Jalintim Inderlaya km 35,” ujarnya.

Sementara itu petugas BPBD OI yang enggan namanya disebutkan juga mengaku bahwa stok masker di kantornya hanya 20 kotak, masing-masing berisi 25lembar atau 50lembar masker. “Susah cari masker itu jadi barang langka, sarung tangan juga susah mendapatkannya, kita cari kemana-mana harus oesan dahulu. Kalau hand sanitizer kan bisa diganti sabun untuk cuci tangan. Jadi saat ini masker kita bagikan untuk petugas diposko saja,” jelas perempuan berhijab tersebut.

Bahkan sebelumnya beredar kabar, bahwa Selasa Malam (24/3) satu keluarga yang tinggal di Perumahan Mandala Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir dan dibawa ke RSMH Palembang. Namun hal tersebut dibantah Tim Publik Servis Center(PSC) Posko Covid 19 Desy.

“Tidak ada itu yang ada hanya 1 orang yang tinggal di Perumahan Mandala, kita datangi untuk diperiksa karena baru pulang dari Magelang mengikuti wisata religi bersama rombongan pengurus ponpes. Namun hasilnya bagus, suhu normal 36,7derajat tidak ada batu tidak ada sesak. Kami harapkan maayarakat tidak panik, namun dapat menjaga prilaku hidup sehat, menjaga jarak aman dengan yang lainnya, tetap dirumah,” katanya. #hen

x

Jangan Lewatkan

Lewat Lagu “Bidar Melaju”, Fir Azwar Ingatkan Palembang Sebagai Ulu Melayu

Palembang, BP Hanya butuh 2 bulan bagi seorang Fir Azwar untuk merampungkan penulisan lagu Bidar Melaju. Single dengan balutan nuansa melayu ini ...