Home / Pemerintahan / Pelaku Jambret Polwan Keok di Dor

Pelaku Jambret Polwan Keok di Dor

BP/IST
Anggota Unit II Subdit III Jatanras Polda Sumsel berhasil meringkus pelaku jambret yang korbannya seorang Polwan di Jalan Angkatan 45, Kecamatan Ilir Timur I pada Jumat (21/3) lalu.

Palembang, BP

Anggota Unit II Subdit III Jatanras Polda Sumsel berhasil meringkus pelaku jambret yang korbannya seorang Polwan di Jalan Angkatan 45, Kecamatan Ilir Timur I pada Jumat (21/3) lalu.

Pelakunya adalah Bayu Saputra (24) alias Bayu Petak anggota pun terpaksa memberikan tindakan tegas dengan menembak kaki pelaku lantaran mencoba melarikan diri saat akan diminta menunjukkan persembunyian dua temannya di Jalan Taqwa, Mata Merah, Kecamatan Kalidoni Senin (23/3).

Setelah didalami oleh penyidik dan diperkuat dengan pengakuan pelaku sendiri aksi jambret yang ia lakukan pelaku setidaknya sudah 75 kali dilokasi yang berbeda diantaranya di Jalan Rajawali, Jalan Veteran, Jalan Slamet Riyadi Boom Baru, Jalan Mayor Ruslan, Jalan Sudirman, Jalan RE Martadinata Lemabang, Jalan Jenderal Bambang Utoyo.
Dalam menjalankan aksinya Bayu tidak sendiri melainkan bersama dua temannya Rizki dan Arbian yang masih dalam pengejaran petugas.

Modus yang digunakan pelaku saat menjambret keliling dengan sepeda motor yang korbannya perempuan dan anak sekolah yang sedang memainkan handphone dipinggir jalan dan didalam Angkot.

Dihadapan polisi, Bayu mengaku saat beraksi ia bersama temannya Rizki (DPO) keliling berboncengan dengan sepeda motor. Ia yang menjalankan motor sedangkan Rizki bertindak sebagai eksekutor menarik hp korban.
“Kami sengajo memilih korban perempuan yang sedang memainkan hp nyo dipinggir jalan dan ado jugo yang sedang memainkan hp didalam angkot. Kami dekati dan yang menarik hp korban Rizki aku yang bawak motornyo,”kata Bayu dihadapan wartawan Selasa (24/3).

Setelah menjambret, kata Bayu agar motor yang mereka gunakan menjambret tidak dikenali korbannya mereka langsung mengganti bodi motor dengan bodi lainnya.

“Kalau idak ganti bodi motor, kami cat bodi nyo supayo korban idak ciren motor yang kami gunakan waktu beraksi,”kata Bayu yang juga resedivis dalam kasus yang sama.

Dikatakan Bayu, handphone hasil jambret dijualnya ke penadah dengan harga yang bervariasi tergantung dari handphone yang didapat. Paling tinggi handphone yang dijual seharga 1,5 juta.

“Duet hasil jambret itu rencananyo nak aku kumpulkan untuk tambahan biaya aku kawin bulan enam habis lebaran kagek. Calon bini aku sudah tau kalu aku ditangkap kareno kasus jambret,” katanya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan melalui Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi didampingi Kanit II Kompol Bachtiar mengatakan tersangka Bayu merupakan pelaku spesialis jambret bermotor dimana modus yang digunakan nya saat beraksi dengan berkeliling berboncengan dengan teman.

“Pelaku sengaja mengintai korbannya perempuan dan anak remaja yang sedang berdiri dipinggir jalan sambil memainkan hp setelah korbannya dipantau pelaku lalu mendekati korban teman pelaku yang dibonceng lalu menarik handphone korban,”kata Suryadi.

Dari hasil penyelidikan pelaku sudah 75 kali melakukan aksi jambret diwilayah kota Palembang bahkan pelaku hafal TKP jambret yang pernah dilakukannya diantaranya TKP di Jalan Rajawali, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Veteran, Jalan Selamet Riyadi Boom Baru dan beberapa wilayah lainnya. Rata rata aksi jambret yang dilakukan pelaku dilakukan pada siang hari.

“Pelaku ini merupakan residivis dalam kasus yang sama pada Juli 2019 lalu pelaku bebas dari penjara setelah bebas itu pelaku langsung melakukan aksi jambret hingga tertangkap sudah 75 kali melakukan jambret bersama dua temannya yang masih DPO,” katanya.
Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Palembang ini juga menghimbau kepada masyarakat yang pernah jadi korban jambret di TKP yang disebutkan pelaku agar yang belum membuat laporan agar segera membuat laporan ke polisi.#osk

x

Jangan Lewatkan

Syarief Hasan: Empat Pilar Anugerah Besar Bangsa Indonesia

Cianjur, BP–Wakil Ketua MPR Sjarifuddin Hasan mengungkapkan, bangsa Indonesia dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI ...