Home / Headline / Ketua MPR Minta Pengusaha Peduli Corona

Ketua MPR Minta Pengusaha Peduli Corona

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) minta kalangan pengusaha atau yang memiliki rezeki berlebih untuk

gotong-royong mengatasi virus corona, dengan membagi masker dan hand sanitezer bagu masyarakat terutama terdampak corona.

“Saatnya kita peduli, kerjasama dan gotong dengan membantu masyarakat kurang beruntung. Kalau semua kompak, gotong-royong, bersolidaritas menghadapi musibah bangsa ini mampu mengatasi sekaligus kita buktikan kita memiliki Pancasila,” ujar Bambang Soesatyo (Bamsoet) tegas Waketum Golkar itu di di Jakarta, Selasa (17/3).

Bamsoet memahami imbauan pemerintah agar bekerja dari rumah, tapi kalau terpaksa untuk kepentingan mencari nafkah, tidak boleh menjadikan ekonomi macet, tidak masalah. Hanya semua harus waspada dan menjaga kesehatan dengan baik.

Sebab, warung, super market, pasar, kantor layanan masyarakat harus buka untuk memenuhi kepentingan masyarakat.

“Pengusaha yang selama ini mengambil keuntungan dari tanah air diimbau membantu masker, hand sanitezer, vitamin C ke masyarakat, Puskesmas, Rumah Sakit dan masyarakat yang terdampak,” tutur Bamsoet.

MPR kata Bamsoet, tidak ingin kondisi Indonesua seperti di China, Italia, dan negara lain yang melakukan lockdown. “Inilah saatnya pengusaha bangkit dan mulai bisnis rempah-rempah asli Indonesia untuk jamu dan obat-obatan. Seperti jahe, kunyit, kencur dan sayuran lainnya sehingga kondisi ini menjadi berkah untuk atasi corona,” jelasnya.

Pakar komunikasi politik UI Effendi Ghazali mengatakan, Pancasila bisa menjadi sosial dan self lockdown, kontrol sosial diri sendiri untuk menyadari kepentingan bersama menghadapi corona. Kondisi ini menjadi ujian bagi semua pimpinan bangsa bersama-sama menghadapi musibah kemanusiaan ini.

“WHO mengakui tak bisa mengantisipasi semua corona. Karena itu, tak perlu menyembunyikan fakta, namun tak boleh memberi police line, apalagi menjauhkan penderita corona dari masyarakat karena akan memberikan stigma negatif. Justru harus cepat diobati dan diselamatkan,” tegas Effendi.

Effendi mengakui, pemerintah terlambat mengantisipasi corona, sehingga harus dipercepat dengan segala bentuk pencegahan dan pengobatannya. “Yang terpenting bagi media harus sama-sama menghindari berita yang mengandung konflik, saling menyalahkan, provokatif, dan tidak memberi optimisme mengahadapi corona ini. Tapi, kalau ada fakta harus mengedepankan fakta,” tambahnya.

Staf Khusus Ketua BPIP Romo Benny mengatakan, corona sebagai momemtum bersama untuk saling gotong-royong, berbagi, perlu teladan para elit bangsa ini dan pola hidup sehat dengan mengonsumsi buah-buahan dan rempah-rempah dari tanah air sendiri.

“Jangan memberikan kekhawatiran berlebihan dengan corona ini ekonomi akan guncang, akan terjadi resesi dunia. Kita bisa mengatasi penyakit ini seperti SARS. Kita banyak dokter yang hebat. Jadi, tak perlu khawatir berlebihan,” tambahnya.

Romob berharap Pancasila diamalkan menghadapi corona dengan menjaga persatuan kesatuan.#duk

x

Jangan Lewatkan

Selewengkan Dana Desa Untuk Bisnis Batu Giok, Mantan Kades OKUT Diganjar 4 Tahun Penjara

Palembang, BP Mantan Kepala Desa Saung Dadi Kabupaten OKU Timur, Slamet Riyadi yang melakukan penyalahgunaan dana desa untuk keperluan bisnis ...