Home / Headline / DPRD Sumsel Pertanyakan Kesiapan Dinkes dan Disdik, Antisipasi Masuknya Corona Di Sumsel

DPRD Sumsel Pertanyakan Kesiapan Dinkes dan Disdik, Antisipasi Masuknya Corona Di Sumsel

 

BP/IST
Hj RA Anita Noeringhati

Palembang, BP

DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Komisi V, direncanakan akan memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, untuk mempertanyakan kesiapan dalam rangka mengantisipasi masuknya virus corona di Sumsel.

Menurut ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati, pihaknya ingin mendapat penjelasan secara luas, karena dua lembaga itu yang memahami dan menanganinya selama ini.

“Saya akan meminta komisi V yang membidangi masalah pendidikan dan kesehatan, mungkin Senin (16 Maret), untuk memanggil dua dinas tersebut. Bagaimana membuat surat edaran sesuai dengan garisan yang diinstruksikan Presiden RI Joko Widodo melalui badan bencana,” kata Anita, Sabtu (14/3).

Ia juga meminta kepada masyarakat, dalam upaya mencegah penyebaran virus ini dengan selalu menjaga kebersihan, dan harus mengurangi kumpulan orang banyak.

“Terutama di Dinas Pendidikan, dalam menyikapi apakah anak- anak akan dilibur atau tidak , Nah , yang bisa menjawab itu dinas Kesehatan, sejauh mana penyebaran dan penangaban virus corona di Sumsel. Apakah memang sudah suspeck atau hanya isu, kemarin dikatakan ada suspeck ternyata negatif,” katanya, seraya adanya virus corona ini masyarakat Sumsel ikut jadi panik, namun pihaknya ingin ingin mendapat informasi sejelas- jelasnya, agar bisa ditindaklankuti dengan kebijakan.

Ditambahkan politisi Golkar ini, jika sudah dirasa mengkhawatirkan, bisa saja nantinya dalam hal pendidikan, sekolah atau institusi pendidikan lainnya meliburkan aktivitasnya secara tatap muka, melainkan melalui teknologi informasi.
“Justru itu, Disdik yang akan buat surat edaran, DPRD ssebagai lembaga politik sifatnya menghimbau. Tetapi kalau dinas pendidikan dan kepala daerah yang punya kewenagan itu (meliburkan), dan untuk tahu hal itu ada di dinas kesehatan, dengan segera mungkin mengantisipasinya. Sebab ini sudah dunia dan PBB saja berkerja dengan online, tidak bertatap muka, tidak bersentuhan. Ini yang harud juga untuk segera dilakukan di Sumsel,” katanya.

Sedangkan untuk lembaga pendidikan yang masih menjalankan aktivitasnya, dilanjutkan Anita, pihak sekolah atau perguruan tinggi harus mengikuti instruksi arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Jadi Disdik harus meneruskan instruksi dari Kemendikbud. Seperti masjid- masjid sekarang, ada edaran juga untuk menggulung karpet dan disarankan bagi jamaah untuk membawa sajadah sendiri- sendiri. Itu suatu bentuk pencegahan dan Hand Sanitizer (cairan pembersih tangan) harus disediakan di pintu masuk ruang publik yang ada. Peran ini bukan hanya Pemprov dan pemda saja, tapi seluruh staekholder untuk menindaklanjuti, berdasarkan instruksi yang ada,” katanya.

Wakil ketua DPRD Sumsel sekaligus Koordinator komisi V yang membidangi masalah Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Muchendi Mahzarekki, meminta dinas pendidikan atau sekolah untuk melakukan instruksi yang telah dikeluarkan Kemendikbud

“Saya pikir tidak perlu (mendesak), cukup ini (instruksi Kemendikbud) disosialisasikan dengan baik,” katanya.
Ditambahkan politisi Demokrat ini, jika ada siswa atau mahasiswa yang kurang sehat (suhu panas tinggi), maka dianjurkan untuk berobat dan diminta istirahat.
“Yang perlu ditekan kan, adalah yang merasa kondisi badannya kurang baik atau sehat, baru kita wajibkan untuk memakai masker jika tetap melakukan aktivitas pendidikan di sekolah atau di kampus,” katanya.

Selain dari pada itu, dalam mengantisipasi penyebaran virus corona, tetap harus difokuskan ditempat- tempat kedatangan, baik kedatangan internasional atau lokal.

“Jadi, kita meminta pihak Dinkes dan Angkasa Pura, serta Pelabuhan untik bekerja sama, mengantisipasi pendatang baik di kedatangan internasional ataupun lokal, dengan memasang deteksi suhu tubuh dan juga menyiapkan hand sanitizer dibeberapa titik bandara dan pelabuhan yang ada,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah pusat melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan, yang menerbitkan protokol resmi terkait penanganan virus corona Covid-19. Salah satunya protokol yang mengatur mengenai penanganan di area institusi pendidikan, sekolah dan kampus, dinilai sudah tepat serta sudah sesuai dengan prosedur.
Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana menyampaikan protokol resmi terkait penanganan virus corona Covid-19. Salah satunya protokol yang mengatur mengenai penanganan di area institusi pendidikan, sekolah dan kampus.
Dari 16 poin protokol penanganan Corona di institusi pendidikan, diantaranya Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengetahui rencana atau kesiapan daerah setempat dalam menghadapi Covid-19.
Kemudian, menyediakan sarana untuk cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol di berbagai lokasi strategis di sekolah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.
Sekedar informasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan wabah virus corona sebagai pandemik global pada 11 Maret lalu. Sedangkan di Indonesia, juru bicara penanganan virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, kasus positif Covid-19 di Indonesia per Sabtu (14/3) siang mencapai 96.#osk

x

Jangan Lewatkan

 Debat Pasangan Calon Cabup dan Cawabup OKU Timur,   Terkait Penanganan Covid-19 Dinilai Kurang Hangat

Palembang, BP Debat kandidat  pasangan calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati  (Cawabup) OKU Timur di gelar di Hotel Excelton, ...