Home / Headline / DPRD Sumsel Meminta Keberadaan Guru BK Harus Dipayungi Dengan Perda

DPRD Sumsel Meminta Keberadaan Guru BK Harus Dipayungi Dengan Perda

BP/IST
Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati saat menjadi moderator dalam Konferensi daerah III dan seminar Nasional di Aula DRPD Sumsel, Sabtu (14/3) yang diselenggarakan Assosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Provinsi Sumsel.

Palembang, BP

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati, meminta bahwa keberadaan guru Bimbingan Konseling (BK) di Sumsel harus di payungi dengan peraturan daerah (Perda) . Karena keberadaan guru BK di setiap sekolah dan perguruan tinggi masih kurang.

“Antara jumlah guru BK dengan siswa di Sumsel belum seimbang, sehingga keberadaan guru BK ini harus ada penguatan. Baik dari bidang anggaran, maupun keberadaannya harus di kuatkan dengan peraturan daerah,” kata Anita saat menjadi moderator dalam Konferensi daerah III dan seminar Nasional di Aula DRPD Sumsel, Sabtu (14/3) yang diselenggarakan Assosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Provinsi Sumsel.

Politisi partai Golkar ini menjelaskan, dengan adanya payung hukum bagi guru BK ini, semua peraturan akan bisa berjalan dengan baik. Pasalnya, ketika para guru BK belum di kuatkan dengan peraturan daerah, maka untuk perekrutan guru BK belum dipentingkan oleh pemerintah.
“Keberadaan guru BK itu harus wajib ada, seperti sekolah negeri saja keberadaan guru BK nya masih sedikit, inilah yang perlu disampaikan, tadi saya minta formulasi agar acara seminar ini menghasilkan apa yang akan di usulkan kepada pemerintah nanti,” tandasnya.
Sedangkan Ketua ABKIN Sumsel, Yosef mengatakan, peran ABKIN di Sumsel sangat besar dalam menghadapi perkembangan anak-anak didik di era millenial saat ini.
“Zaman Millenial saat ini, peran guru dan dosen harus bisa menempatkan posisi, seperti mengikuti alur perkembangan,” katanya.
Dengan mengambil tema Peran bimbingan dan konseling dalam memajukan generasi millenial Sumsel untuk maju untuk semua, Dia meminta para tenaga guru dan dosen bimbingan konseling tidak bisa memaksakan kehendaknya dalam mendidik.
“Karena kekhawatiran orang tua di era millenial saat ini, kecenderungan moral memang sangat mengkhawatirkan, oleh karena itu supaya anak-anak tetap terus berkembang dengan prinsif yang tidak mudah bosen dan instan, kita harus bisa mengimbanginya untuk tetap berada dalam koridor nilai-nilai luhur bangsa kita,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Musda BKPRMI Palembang Deadlock

Palembang, BP Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Palembang di Hotel Amaris, Sabtu (28/11) ...