Home / Headline / Blokade Jalan oleh Warga Afila Permai, Antoni Yuzar : Komisi I Memediasi , Mencari Solusi Atas Permasalahan Penutupan Jalan Tersebut

Blokade Jalan oleh Warga Afila Permai, Antoni Yuzar : Komisi I Memediasi , Mencari Solusi Atas Permasalahan Penutupan Jalan Tersebut

BP/DUDY OSKANDAR

Komisi I DPRD Sumsel dipimpin Ketua Komisi I DPRD Sumsel Antoni Yuzar SH menggelar rapat bersama warga RT 19 Jalan Gotong Royong III Kelurahan Sako Baru Palembang dan Kasat Pol PP Sumsel, Aris Saputra, Jumat (13/3) terkait blokade jalan dengan memasang tembok pembatas yang dilakukan warga RT 12 Perumahan Afila Permai Kelurahan Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, sayang pihak Perumahan Afila Permai tidak datang dalam rapat tersebut.

Palembang, BP

Blokade jalan dengan memasang tembok pembatas yang dilakukan warga RT 12 Perumahan Afila Permai Kelurahan Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin yang membuat warga RT 19 , Kelurahan Sako, kota Palembang konplain yang sebelumnya sempat di mediasi aparat setempat hingga Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) akhirnya penyelesaiannya berujung ke DPRD Provinsi Sumsel.

Komisi I DPRD Sumsel dipimpin Ketua Komisi I DPRD Sumsel Antoni Yuzar SH didampingi sejumlah anggota Komisi I DPRD Sumsel, menggelar rapat bersama warga Jalan Gotong Royong III Kelurahan Sako Baru Palembang dan Kasat Pol PP Sumsel, Aris Saputra, Jumat (13/3), sayang pihak warga RT 12 Perumahan Afila Permai Kelurahan Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin beserta lurah dan camatnya tidak datang dalam rapat tersebut.

Menurut Antoni Yuzar mengaku sudah melakukan survey ke lokasi bahwa memang terjadi pemagaran jalan tersebut yang diakui di klaim oleh Perumahan Afila.

“ Langkah berikutnya kita ngundang nih hari ini dari pihak Komplek Afila RT 12 belum datang, lurah, camatnya belum datang, kita undang lagi, mungkin mereka ada halangan lain, kita ambil yang positipnya, kita berusaha disini untuk memediasi untuk terjadi kesepakatan karena mereka cuma kelang tembok bae cuma beda kabupaten kota, perbatasan, tapi rumah mereka hanya batas tembok bae, kita usahakan karena ini menyangkut wilayah provinsi mereka ngadu ke provinsi jadi kita fasilitasi,” katanya.

Pertemuan hari ini politisi PKB ini menilai Komisi I DPRD Sumsel belum mengambil tindakan apapun.

“ Memang sebelumnya mereka ada kesepakatan, memang belum terealisasi , mudah-mudahan kita harus berpikir positip, kalau warga ini ditengahi ada bae mereka ada solusinya, komisi I dalam hal ini untuk memediasi , mencari solusi atas permasalahan penutupan jalan oleh Perumahan Afila RT 12 ke RT 19 , memang bisa dilewati dengan pintu kecil, saran kita sebaiknya dibuka akses itu, masalah keamanan mereka biar sepakat bikin pos biar aman atau bikin portal biar masyarakat bisa lewat,” katanya.

Dan jumat depan Komisi I DPRD Sumsel menurut Antoni akan memanggil kembali pihak Komplek Afila RT 12 belum datang, lurah, camatnya.

Sedangkan Kasat Pol PP Sumsel, Aris Saputra mengatakan, karena ini adalah proses apalagi kedua belah pihak dan berkaitan antar kampung dan kabupaten kota harus perlu pendapat kedua belah pihak.

“ Ini sudah mengerucut, artinya dari pihak RT 19 Kelurahan Sako, Palembang sudah sepakat kembali kesepakatan semula, yang pernah disepakati dimana kemarin , dari pihak Kelurahan Kenten, RT 12 Kelurahan Talang Kelapa, Banyuasin belum dapat menerima kesepakatan yang diambil yaitu dengan memasang portal, mengingat hal ini pernah dilakukan tapi tidak di tepati, jadi mereka akan rapat dulu dengan seluruh warga komplek tersebut, sampai hari ini ternyata kesepakatan itu belum diperoleh,” katanya.

Terkait pertemuan yang difasilitasi Komisi I DPRD Sumsel dinilainya langkah yang bagus dimana DPRD Sumsel akan memanggil pihak RT 12 Kelurahan Kenten Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin untuk menanyakan kesepakatan itu dan dari pihak ini maunya apa.

“ Mungkin dengan dibuat portal akan dijaga keamanannya secara bersama-sama, apakah bentuk satpam atau dibentuk pos jaga, ini diatur tapi harus ada kesepakatan tidak bisa diambil keputusan dari sebelah pihak, karena ini menyangkut masyarakat dua kelurahan, dua kecamatan dan dua kabupaten kota, kita harus hati-hati , karena inti dari penyelesaian masalah adalah mengambil hal yang terbaik tercipta kemufakatan dan kedepan tidak terjadi lagi ada perselisihan di kemudian hari, itu yang kita harapkan dan saya meyakini akan selesai,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Usul Perpanjangan Pemutihan Pajak Tahun Depan

Palembang, BP Program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang dilaksanakan Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ini diusulkan untuk diperpanjang hingga tahun ...