Home / Headline / Pesta Sabu, Honorer Damkar OKU Ditangkap Polisi

Pesta Sabu, Honorer Damkar OKU Ditangkap Polisi

Keterangan pers oknum pegawai Damkar OKU tertangkap pesta sabu.

Baturaja, BP–Oknum pegawai honorer Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Peninjauan Ogan Komering Ulu (OKU) ditangkap Sat Narkoba Polres OKU saat sedang pesta narkoba jenis sabu di tempat mereka bekerja.

Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga, SIK MH didampingi Ka Ops Kompol M Ginting dan Kasat Narkoba AKP H Novan Dwi Putra dalam Press Release di depan Mapolres OKU, menjelaskan bahwa oknum pegawai honorer Damkar ini sudah kita amankan. Saat itu sedang mengisap sabu-sabu. Polres OKU tidak akan mentoleransi masalah narkoba baik masyarakat sipil maupun oknum polisi jika ada yang menggunakan atau mengedarkan narkoba pasti kita sikat habis,” kata Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga, SIK MH. Kamis (10/3).

Dalam press release tersebut dihadirkan empat pemakai sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba yang ditangkap pihak Sat Narkoba Polres OKU. “Empat orang tersangka ini ditangkap dalam dua penangkapan yaitu pada hari Selasa 10 Maret dan Rabu 11 Maret kemarin,” jelas Arif Hidayat Ritonga.

Arif menerangkan, pada penangkapan Selasa 10 Maret 2020 berhasil diamankan tersangka atas nama MJ (29) warga Jl. Imam Bonjol Desa Air Paoh Baturaja Timur. Dari tangan tersangka Jepi petugas mengamankan 1,92 gram paket sabu. Tersangka MJ ini merupakan resedivis yang telah empat kali ini tertangkap dalam kasus narkoba. “Sementara pada hari Rabu 11 Maret 2020 Sat Narkoba Polres OKU dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba AKP H. Novan Dwi Putra berhasil menangkap tiga orang tersangka di Kecamatan Peninjauan,” ungkapnya.

Sat Narkoba Polres OKU berdasarkan informasi masyarakat berhasil mengamankan TAS (30) dan AK (43) di Desa Kedondong Kacamatan Peninjauan, dari tangan para tersangka polisi berhasil mengamankan 0,36 gram sabu.

Selanjutnya berdasarkan pengakuan para tersangka aparat Sat Narkoba melakukan penangkapan terhadap FD (25) di rumahnya di Desa Peninjauan Kecamatan Peninjauan.

Para tersangka terancam hukuman minimal lima tahun dan maksimal lima belas tahun penjara.

Arif juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjauhi narkoba, karena tidak ada manfaatnya sama sekali. “Sekali lagi kami tidak akan mentoleransi masalah narkoba baik masyarakat sipil maupun oknum polisi jika ada yang menggunakan atau mengedarkan narkoba pasti kita sikat,” tegas Arif. #yan

x

Jangan Lewatkan

Mualimin: Tak Terpenuhi Rasa Keadilan, Masyarakat Bisa Uji Publik Keputusan MA 

# Belum Ada Salinan Amar Putusan MA Inderalaya, BP–Hingga saat ini KPU Ogan Ilir (OI) belum menerima salinan hasil keputusan ...