Home / Headline / Buruh Bangunan Palsukan Uang Ditangkap

Buruh Bangunan Palsukan Uang Ditangkap

BP/IST
M Teguh (49) warga Jalan Panca Usaha, Lorong Mufakat Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, nekat membuat uang palsu (upal) yang menyerupai uang asli.

Palembang, BP

M Teguh (49) warga Jalan Panca Usaha, Lorong Mufakat Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, nekat membuat uang palsu (upal) yang menyerupai uang asli.
Namun, usahanya untuk mengelabui itu terendus oleh petugas dari Polrestabes Palembang, sehingga dirinya ditangkap oleh Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 di bedeng sewaannya pada, Kamis (12/3) sekitar pukul 17.30 .
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP, Nuryono mengatakan, tertangkapnya pelaku ini berawal dari pemberitaan di media online tentang pedagang yang resah dengan peredaran upal di Palembang.
“Terkait permasalahan itu, Tim Tekab 134 kita melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku di bedeng sewaannya tanpa adanya perlawanan dari pelaku,” ujarnya saat press release di Mapolrestabes Palembang, Jumat (13/3).
Tidak hanya mengamankan pelaku, Tim Tekab juga turut mengamankan barang bukti berupa satu buah printer dan 72 lembar uang palsu yang belum diedarkan ke masyarakat secara luas.
“Atas ulahnya ini pelaku kita jerat pasal 245 KUHP, Subsider Pasal 36 Ayat (1), (2) dan (3) UU RI nomor 7 tahun 2011, tentang mata uang dengan ancaman penjara selama 15 tahun penjara,” tegas Anom.
Sementara itu, pelaku Teguh mengaku nekat melakukan hal itu lantaran penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Saya nekat melakukan aksi itu lantaran gaji saya sebagai tukang bangunan tidak cukup jadi saya nekat melakukan aksi itu,” katanya.
Sedangkan modus pembuatan Upal, Teguh mengaku dapat ilmu dari temannya yang ada di Bandung, mendapat informasi seperti itu sehingga dirinya membuat praktek di Kota Palembang.
“Baru satu bulan saya melakukan aksi upal ini dengan sasaran belanja di pasar tradisional maupun warung, dari hasil belanja itu saya jual kembali dengan harga miring. Dalam melakukan aksi ini saya sudah menghabiskan sekitar Rp 20 juta, uangnya saya pakai sendiri pak. Sedangkan bahan-bahanya saya beli di pasar,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

KPD dan IHH Jajaki Kerjasama Promosi Pariwisata di Palembang

Palembang, BP Komunitas Indonesia Hidden Heritage  (IHH).  sebuah komunitas yang giat memperkenalkan sejarah Indonesia dengan konsep historical walking trip, kali ...