Ultimate magazine theme for WordPress.

“Permintaan Maaf Raja Belanda Dari Sisi Waktu Terlambat”

BP/IST
menara air yang kini menjadi kantor Walikota Palembang terlihat bendera Belanda dan Indonesia diatasnya sekitar Juli 1947

Palembang, BP

Raja Belanda Willem-Alexander menyampaikan permohonan maaf atas kekerasan yang dilakukan pihak Belanda setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Hal ini disampaikan Raja Willem di hadapan Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3).

“Di tahun-tahun setelah diumumkannya proklamasi, terjadi sebuah perpecahan yang menyakitkan dan mengakibatkan banyak korban jiwa,” kata Raja Willem.

Baca Juga:  Danlanud SMH Terima Tim Wasrik Itkoopsau I

Namun bagi sejarawan Sumatera Selatan (Sumsel) Kemas Ari Panji menilai permintaan maaf Raja Belanda tersebut dari sisi waktu sudah terlambat.
“ Tapi kalau berdasarkan niat baiknya , meskipun terlambat tidak apa-apa dari pada tidak sama sekali,” katanya, Rabu (11/3).

Kemas Ari Panji mencontohkan Jepang yang sempat menjajah Indonesia dan telah meminta maaf dan memberikan pampasan perang kepada Indonesia salah satu wujudnya adalah Jembatan AMPERA.

Baca Juga:  Raperda Ketahanan Keluarga Masuk Prolegda 2016

“Belanda khan belum…, meskipun permintaan maaf ini terlambat ya… tidak jadi masalah dari pada tidak sama sekali, intinya kita menghormati niat baik Belanda,” katanya.

Dia juga melihat selama ini Belanda sudah pernah ada mengembalikan barang-barang bersejarah milik Indonesia bukan hanya Keris.

“Sudah beberapa tahapan yang mereka lakukan, dimulai dari usulan pada zaman presiden Soekarno sudah,” katanya.

Baca Juga:  Ternyata ini Bilangan Angka Dalam Budaya Melayu Palembang Dulu dan Sekarang

Soal permintaan maaf tersebut, dia melihat Raja Belanda sangat Ksatria,” Kita apresiasi niat baik mereka,” katanya.

Setelah permintaan maaf ini menurut dosen UIN Raden Fatah ini perlu ada tindaklanjut kedepannya, apakah meningkatkan kerjasama dan mengembalikan juga rampasan harta dari berbagai wilayah di Ibdonesia termasuk Palembang.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...