Home / Headline / Monitoring Penanganan Karhutla Melalui Command Center di Polda Sumsel

Monitoring Penanganan Karhutla Melalui Command Center di Polda Sumsel

BP/IST
Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs. Priyo Widyanto, M.M diwakili Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. melakukan monitoring penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan menyaksikan Launching Aplikasi Lancang Kuning Nusantara melalui media mainstream bertempat di Ruang Command Center Gedung Drs. Mohammad Hasan Polda Sumsel, Senin (9/3)

Palembang, BP

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs. Priyo Widyanto, M.M diwakili Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. melakukan monitoring penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan menyaksikan Launching Aplikasi Lancang Kuning Nusantara melalui media mainstream bertempat di Ruang Command Center Gedung Drs. Mohammad Hasan Polda Sumsel, Senin (9/3)
Pada kesempatan tersebut, Wakapolda Sumsel menyampaikan, Aplikasi Lancang Kuning Nusantara baru dilaunching oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si., Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Wamen LHK Bapak Alue Dohong dan Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si.
“Merupakan aplikasi kita bersama yang berfungsi sebagai alat untuk memantau, mengetahui serta mempercepat proses penanggulangan bahaya Karhutla. Kita juga mencoba menghubungi para personel jajaran yang ada di wilayah Sumsel dengan menggunakan Aplikasi Lancang Kuning Nusantara, untuk mengetahui situasi lahan yang berpotensi terjadi bahaya Karhutla di lapangan,” ujar Wakapolda.
Konsepnya kedepan, menurut dia, akan dibuat Posko Penanggulangan Karhutla di Pemerintah Provinsi, untuk poskonya nanti ada di Polda, Korem, BPBD dan Kabupaten di wilayah Sumsel, dan pihaknya akan melakukan kolaborasi dengan stakeholder yang ada.
“Sebentar lagi akan masuk musim kemarau, kita menghadapi persoalan yang sama yaitu Karhutla. Maka kita harus lebih siap dalam waktu dekat ini sampai menjelang kemarau, kita akan melakukan upaya pencegahan, supaya kejadian karhutla yang terjadi belakangan kemarin tidak terjadi pada saat sekarang maupun kedepannya,” harap Wakapolda.
Aplikasi Lancang Kuning Nusantara yang baru dilaunching di Pekanbaru, Provinsi Riau ini, menurut Wakapolda, nanti diolah oleh posko yang berguna untuk mempercepat dan memudahkan dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
“Wilayah Provinsi Sumsel yang berdekatan dengan Provinsi Riau memiliki potensi terjadinya karhutla, oleh sebab itu kita juga akan mendirikan posko tentunya semua ini akan dikoordinasikan dengan Bapak Gubernur Sumsel bersama Kepala Daerah dan stakeholder lainnya,”ujarnya.
Untuk itu dirinya berharap, semua komponen masyarakat bisa bergabung menjadi relawan. “Ini Provinsi kita, mari kita bahu-membahu, kita bersama TNI, BPBD, Kepolisian dan relawan untuk mencegah dan memadamkan api. Tentunya tidak gampang memadamkan api di lahan gambut, karena itu memiliki tingkat kesulitan tersendiri,’’ katanya.
Wakapolda juga mengajak untuk mendownload Aplikasi Lancang Kuning Nusantara. “Disana terdapat fitur-fitur khusus mengenai profil sebagai anggota maupun sebagai relawan, kita akan lakukan kolaborasi dalam menanggulangi karhutla,” tutup Wakapolda.
Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir perwakilan dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Dinas Kehutanan, BPBD Sumsel, Korem Gapo, Pejabat Utama Polda Sumsel dan relawan Karhutla yang ada di Provinsi Sumsel. #osk

x

Jangan Lewatkan

Pembangunan Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Sumsel Diklaim Mempedomani Perda Rawa

Palembang, BP Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Mawardi Yahya menjelaskan 3 hal yang dipertanyakan anggota DPRD Sumsel didalam pembangunan ...