Home / Headline / Omnibus Law Untuk Tingkatkan Perekonomian

Omnibus Law Untuk Tingkatkan Perekonomian

Anggota DPR RI Abdul Kadir Karding dan Willy Aditya dalam diskusi di ruangan wartawan DPR Jakarta, Selasa (3/3).

Jakarta, BP–Anggota DPR Abdul Kadir Karding mengatakan, kehadiran omnibus law untuk menekan angka pengangguran, mempermudah investasi, melindungi pekerja dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kita harus objektif melihat rencana kehadiran RUU Omnibus law. Presiden Jokowi terus berrusaha meningkarkan perrumbuhan ekonomi yang selama ini tak bisa beranjak dari 5 persen. Kalau ada pasal yang dianggap bermasalah, kita bahas bersama,” tegas Abdul Kadir Karding di ruangan wartawan DPR Jakarta, Selasa (3/3).

Menurut Karding, pengangguran saat ini cukup besar mencapai 45,8 juta orang. Kalau dibiarkan bisa menjadi problem ekonomi, sosial dan politik, daya saing lemah serta proses investasi sulit.

“Itulah yang akan diatasi pemerintah melalui Omnibus law. Niat baik pemerintah sesuai Nawacita Jokowi agar Indonesia tahun 2045 menjadi kekuatan ke-4 ekonomi di dunia setelah China, Amerika, India dan Indonesia. Saat itu gaji pekerja mencapai Rp 11 juta. Jadi, omnibus law adaftasi pemerintah terhadap dinamika global. Pasti tidak akan liberal dan tetap berpijak pada Pancasila dan peradaban bangsa,” ungkapnya.

Willy Aditya, Anggota DPR dari Nasdem mengakui omnibus law sebagai wujud politicall Jokowi untuk menyelamatkan perekonomian nasional. “Secara prosedur draft omnibus law sudah diterima pimpinan DPR RI. Hanya belum diputuskan Bamus DPR apakah akan dibahas di Baleg atau pansus,” katanya.

Dikatakan, RUU Omnibus Law akan berlaku nasional, lokal, atau di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau kawasan industri, sebagai konstruksi pemikiran mempermudah investasi, perizinan dan melindungi pekerja. “Tak ada yang liberal. Tapi, ayo kita cermati bersama dalam pembahasan nanti,” jelasnya.#duk

x

Jangan Lewatkan

BKB Revitalization Do Not Be Unilateral

Palembang, BP The Palembang City Government (Pemkot) is planning to organize the Kuto Besak Fortress (BKB) to become a new ...