Home / Headline / Hukum Adat Sebagai Hukum Indonesia dan Rumpun Melayu

Hukum Adat Sebagai Hukum Indonesia dan Rumpun Melayu

Oleh : Albar S Subari SH SU (Ketua
Pembina Adat Sumatera Selatan)

Suku bangsa Melayu umumnya dan bangsa Indonesia khusus nya, hukum yang dianut dikenal dengan sebutan Hukum Adat.

Hukum adat jelmaan Perasaan hukum yang nyata dari rakyat ,dan terus menerus dalam keadaan tumbuh dan berkembang seperti hidup rakyat itu sendiri (R. Supomo, 1962:6).

Hukum adat dibangun dengan bahan riil dan ideel, yang berurat dan berakar pada nilai nilai budaya rumpun bangsa itu sepanjang jalanan sejarah yang selalu menyesuaikan diri dengan kehidupan bangsa Indonesia sebagai daerah kepulauan, banyak dikunjungi dan dikembangkan agama kebudayaan Hindu.

Didaerah ini hukum adatnya melaksanakan ajaran “Adat diisi lembaga dituang, artinya bahwa adat diisi dengan hal hal yang baru yang diperlukan. Isi adat yang mendapatkan pengaruh Hindu sangat kuat seperti di pulau Jawa dan Bali.

Demikian pula setelah islam datang dan berpengaruh kuat dalam masyarakat kita. Hukum adat menerima lembaga dan ketentuan hukum fiqh. Dalam masyarakat Aceh di Sumatera, ditegaskan tentang hubungan Adat dan Syariat sebagai Dhat dan sifat. Di sini syariat menjiwai atau mewarnai, memberi watak kepada Adat.

Di Minangkabau ditegaskan hubungan adat dan syariat sebagai berikut :Syara ‘ mengata, Adat memakai. Dalam kerangka teori masyarakat Minangkabau mengajarkan syariat dilihat sebagai Adat sebenar Adat. Sebelum islam datang adat sebenar adat diartikan kejadian alam yang dapat diambil sebagai pelajaran bagi kehidupan manusia, hal ini terucap dalam gurindam ” yang setetes jadikan laut, yang sekepal jadiman gunung, alam terkembang jadikan guru. ( nan setitiek jadikan lawiek, nan sekepal jadikan gunung, alam takambang jadikan guru).

Cita rasa pikiran bahwa hukum bangsa Indonesia yang seasal dengan melayu, adalah hukum adat. Hal ini secara sadar dinyatakan sejak lahirnya jiwa kebangsaan Indonesia ditahun 1928 dalam putusan Kongres Pemuda Indonesia yang dikenal dewasa ini dengan Sumpah Pemuda 1928.Diantara isinya ialah bahwa kesatuan Indonesia diperkuat oleh lima hal, diantaranya ialah HUKUM ADAT.

Pembukaan dan Undang Undang Dasar 1945 beserta penjelasannya merupakan perumusan hukum adat secara modern.

Berarti hukum adat mengalami perluasan skala yaitu nasional. Dalam peningkatan ini asas asas dasar hukumnya adat seperti kerakyatan, kekeluargaan, musyawarah, mufakat, tetap menjadi acuannya. Pandangan ini tentu tidak semua orang setuju. Terutama kalau melihat hukum adat adalah hukum yang tidak tertulis yang dalam sistemnya tidak mengenal badan pembentuk Undang Undang.

Terhadap keberatan ini, orang melupakan bahwa hukum itu hidup dan hukum adat mempunyai ajaran ajaran yang membawanya kepada sifat dinamis luwes. Misal pepatah yang berbunyi “Sekali air gadang, sekali tepian beranjak : sekali raja berganti sekali adat berubah. Jyga misalnya pepatah adat berbunyi “Kain dipakai usang, Adat dipakai baru” Lapuk-lapuk dikajangi, usang usang dibaharui.

Pepatah atau ajaran adat di atas adalah sebagai pengakuan adat tentang dinamika dan keluwesab hukum adat.
Demikian jelas bagi kita bahwa hukum adat itu adalah ciri khas bangsa Indonesia dan Rumpun bangsa Melayu.

x

Jangan Lewatkan

Fraksi Partai Golkar DPRD Sumsel Soroti Alokasi  Dana Bantuan Daerah Yang Fokus Di Daerah Tertentu

Palembang, BP DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rapat paripurna XXII dengan agenda tanggapan Fraksi-Fraksi di DPRD Sumsel terkait pembahasan ...