Home / Headline / Ditemukan Bata-Bata Lama di Belakang Museum SMB II , Diduga Dari Era Kesultanan Darussalam

Ditemukan Bata-Bata Lama di Belakang Museum SMB II , Diduga Dari Era Kesultanan Darussalam

BP/IST
Puluhan batu bata lama tersebut kini disimpan pihak Museum SMB II Palembang untuk keamanan.

Palembang, BP

Pegawai Dinas Kebudayaan kota Palembang menemukan sejumlah batu bata lama sewaktu menggali saluran air (got) dibelakang Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Puluhan batu bata lama tersebut kini disimpan pihak Museum SMB II Palembang untuk keamanan.
Hal tersebut berdasarkan surat Nomor 430/63/Disbud/2020 tentang temuan batu bata yang ditandatangani Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Hj Zanariah Sip Msi tertanggal 17 Februari 2020.

Atas permintaan Dinas Kebudayaan kota Palembang  meminta bantuan pihak Balai Arkeologi (Balar) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Senin (2/3) pihak Balar Sumsel melalui arkeolognya Sigit, Nofri, Rully dan Titet langsung ke Museum SMB II Palembang untuk meneliti batu bata lama tersebut.

Kepala Balar Sumsel Budi Wiyana membenarkan adanya temuan tersebut menduga kemungkinan batu bata tersebut dari zaman Kesultanan Palembang Darussalam.

“ Saya belum mendapat laporan dari tim,” kata Budi, Senin (2/3).

Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo RM Fauwaz Diraja SH Mkn menduga batu bata tersebut adalah pondasi istana Kuto Lamo.

“ Dulu itu istananya Pangeran Ratu, sebelum Kraton Kuto Besak belum selesai di bangun , tinggal di Istana Kuto Lamo dulu, setelah Kraton Kuto Besak jadi lalu masuk ke Kraton Kuto Besak,” katanya.

Menurut Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo RM Fauwaz Diraja SH Mkn, Istana Kuto Lamo bangunannya dari kayu namun pondasinya dari batu bata.

“ Kalau bangunannya kayu, karena seperti dalam BKB juga dalamnya kayu dalamnya namun luarnya pondasi batu bata, karena dulu lebih nyaman rumah kayu dari rumah batu bata, karena pondasi batu bata itu selain untuk pembuatan benteng juga untuk pondasi istana, kalau kita lihat ditengah Pulau Kemaro ada pondasi mungkin seperti itu juga bahannya ,” katanya.

Dia menghimbau agar batu bata tersebut bisa diselamatkan agar bisa di kaji lebih lanjut oleh pihak terkait.

Sebelumnya Museum SMB II saat ini didirikan Belanda dari kehancuran Istana Kuto Lamo atau Kuto Kecik , Istana ini berdiri di sisi sebelah barat dari istana ketiga dan keempat, dipisahkan oleh sungai Tengkuruk yang kini telah ditimbun.
Istana Kuto Lamo ini dibangun oleh Sri Paduka Sultan Mahmud Badruddin Jayo Wikramo bin Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago.
Istana ini digunakan oleh Sultan-Sultan Palembang Darussalam sebelum dibangunnya Kraton Benteng Kuto Besak.
Selanjutnya, istana Kuto Lamo ini oleh Belanda dihancurkan dan dibangun Rumah Residen Belanda.#osk

x

Jangan Lewatkan

Pria di Palembang Tega Pukul Kepala Ibu Kandung karena Tak Diberi Uang

Palembang, BP Seorang pria muda di Palembang tega menganiaya ibu kandungnya dengan memukul kepala dan menendang perut. Perilaku tak terpuji ...