Ketika SMB IV Nobar Wayang Palembang Bersama Masyarakat, Forwida, dan Tiga Putra Kesayangannya

11

BP/IST
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV DJayo Wikramo RM Fauwaz Diraja, SH, Mkn ikut nonton bareng (nobar) wayang Palembang yang dibawakan oleh dalang Wirawan Rusdi bersama masyarakat Palembang dan pengurus Forum Pariwisata dan Kebudayaan (Forwida) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam rangka memeriahkan Festival Seguntang 2020 di taman wisata Seguntang Bukit Besar Palembang, Jumat (28/2) malam.

Palembang, BP–Era teknologi saat ini sudah merambah seluruh kehidupan masyarakat terutama generasi muda saat ini, akibat kebudayaan dan tradisi lama yang menjadi kearifan masyarakat masa lalu mulai menghilang.

Ada kejadian langka dimana seorang Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV DJayo Wikramo RM Fauwaz Diraja SH Mkn ikut nonton bareng (nobar) wayang Palembang yang dibawakan oleh dalang Wirawan Rusdi bersama masyarakat Palembang dan pengurus Forum Pariwisata dan Kebudayaan (Forwida) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam rangka memeriahkan Festival Seguntang 2020 di taman wisata Seguntang Bukit Besar Palembang, Jumat (28/2/2020) malam.

Hebatnya lagi, SMB IV tidak lupa membawa tiga buah hatinya, RM Ghozi Diradja (11), RM Husein Diradja (9), dan RM Izzat Diradja (7), untuk ikut menyaksikan pergelaran wayang Palembang tersebut.

Baca:  Komisi IV DPRD Ancam Tidak Bahas APBD Perubahan 2019, Jika Ganti Rugi Jembatan Musi IV Tidak Segera Dibayar Pemprov

Terlihat bagaimana ketiga putra SMB IV tersebut menikmati dan antusiasme menyaksikan wayang Palembang tersebut. Bukan itu saja, ketiga putra SMB IV usai pageralaran wayang Palembang ikut memegang wayang yang dibawakan sang dalang Wirawan Rusdi dan ikut berpoto bersama sang dalang.

Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV DJayo Wikramo RM Fauwaz Diraja, SH, Mkn mengatakan, sengaja membawa ketiga anaknya ke pagelaran Wayang Palembang, Jumat (28/2) malam, di Bukit Seguntang karena banyak anak-anak sekarang tidak tahu budaya Palembang terutama budaya lama yang ada di Palembang.

“Bahkan mengenal wayang itu mereka tahu dari Film Upin dan Ipin, jadi kalau bisa mereka tahu bahwa Palembang juga namanya wayang Palembang, walaupun pada saat ini cuma tinggal satu orang dalangnya,” katanya.
Ketiga anaknya tersebut menurut SMB IV, sangat antusias menyaksikan pagelaran wayang Palembang semalam.

Baca:  Pengwil IPPAT Sumsel Serahkan Satu Ekor Sapi Ke Masjid Agung SMB I Jayo Wikramo
BP/IST
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV DJayo Wikramo RM Fauwaz Diraja, SH, Mkn nobar wayang Palembang bersama ketiga anaknya. 

 

 

 

“Bahwa anak-anak saya itu bisa tertawa dan mengerti bahasa Palembang walaupun memang pengucapan bahasa itu mereka masih tidak mengerti karena wayang ini bisa kita terapkan cara bicara bebaso, ketika yang muda dan yang tua berbicara cak mano, ketika berbicara dengan sesama teman bicara seperti apa, itu ada bebaso halus sama bebaso kraton , kalau di Jawa Kromo hinggil, kalau kita bebaso kraton tapi sebenarnya tidak jauh dari situ,” kata SMB IV.

Malahan ketiga anaknya tersebut menurut SMB IV  sempat memegang wayang Palembang yang dimainkan  dalang Wirawan Rusdi.

Untuk itu menurutnya SMB IV kedepan pihaknya akan membuat program supaya generasi penerus ini tertarik untuk bermain dengan wayang Palembang.

“Jadi kalau kedepannya kita akan mencoba agar anak-anak belajar membuat wayang dengan memotong kertas atau apa , akan kita suport supaya anak-anak mengenal budaya Palembang, walaupun wayang Palembang ini penokohannya itu dari Jawa seperti ada Punakawan, ada Yudistira, Krisna , istilahnya mereka mulai mengenal beberapa tokoh wayang , begitu tahu tokoh inti wayang, dan tokoh-tokoh yang biasa muncul, baru kita kenalkan tokoh-tokoh yang lain , nanti kita buat 10 atau 20 paket dululah untuk anak-anak,” katanya.

Baca:  Finalis BGS 9 Palembang Belajar Sejarah Dan Budaya Palembang Dengan SMB IV Djayo Wikramo R.M. Fauwaz Diradja

Budayawan Palembang yang juga pengurus Forwida Sumsel, Vebri Al Lintani, menambahkan kedepan para generasi muda di Palembang harus dikenalkan dengan wayang Palembang contohnya bisa wayang di gambar dalam kertas karton atau membuat puzzle lalu anak-anak itu disuruh ikut lomba membuat wayang Palembang, siapa paling bagus di kasih hadiah.

“ Tapi anak-anak ini mengenai tokoh-tokoh wayang Palembang ini , ini untuk mengenalkan wayang Palembang kepada anak-anak , dan juga mengenalkan dalang wayang Palembang ke sekolah-sekolah, program-program semacan itu yang akan dibuat kedepan, lalu ujungnya nanti anak-anak ini bisa main wayang Palembang sendiri,” katanya.

Dia juga mengaku prihatin dengan masyarakat pendukung wayang Palembang yang sudah hilang, apalagi sekarang masyarakat Palembang tidak peduli lagi dengan wayang Palembang.#osk