Home / Headline / Bobol Sekolah, di Tembak Polisi

Bobol Sekolah, di Tembak Polisi

BP/IST
Pelaku pencurian di salah satu SD di Kelurahan 13 ilir Kec Ilir Timur I Kota Palembang akhirnya ditangkap oleh tim buser Polsek IT I Palembang Sabtu (29/2).

Palembang, BP

Pelaku pencurian di salah satu SD di Kelurahan 13 ilir Kec Ilir Timur I Kota Palembang akhirnya ditangkap oleh tim buser Polsek IT I Palembang Sabtu (29/2).
Pelaku tersebut bernama M azhari Alkahf alias Boim (34) diringkus oleh pihak kepolisan di Polsek IT I Palembang dengan satu kali tembakan di kaki bagian betis kiri.
Menurut Kapolsek IT I Palembang, Kompol Edi Rahmat, pihaknya terpaksa melakukan penembakan terukur dan terarah terhadap pelaku lantaran pelaku melawan dan hendak melarikan diri.
“Iya terpaksa kita tembak karena pelaku saat ditangkap melawan dan hendak melarikan diri,” katanya.
Kronologi penangkapan pun bermula bahwa pihaknya menerima laporan dari sekolah yang kehilangan televisi dan tabung gas milik sekolah.
Setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan pendalaman dan peneyelidikan hingga akhirnya pihaknya mendapat kabar bahwa pelaku sedang berada di rumahnya, di kawasan Kecamatan Ilir Timur I.
Mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung ke rumah pelaku.
Setibanya disana, pelaku yang merasa terancam mencoba melakukan perlawanan dan hendak kabur melalui jendela rumah sehingga terjadi penembakan terukur dan terarah kepada pelaku.
Pelaku Boim mengaku mencongkel kaca jendala ruang guru di sekolah tersebut pada malam hari.
“Malam hari itu, aku lewat SD itu aku liat sepi jadi aku cari ruang guru, abis itu aku congkel jendela pakai tangan kosong. Masuk, aku ambil televisi sama gas di ruangan itu,” kata Boim.

Tambahnya lagi, barang barang tersebut bukan untuk dijual melainkan untuk dipakainya sendiri di rumahnya.
”Enggak ku jual itu untuk makai sendiri karena di rumah ngga ada televisi biar keluargaku bisa nonton televisi. Kalau gas, untuk dipakai, kan mahal beli gas,” katanya.
Ia juga mengaku sudah sering melakukan pencurian.
Barang yang dicuri pun berupa pagar tembaga dan alat-alat elektronik yang bisa dipakai atau jual.
“Iya sering ngambil pagar tembaga tapi itu aku jual kadang beli sabu kadang untuk dipakai sendiri barangnya kalau masih bagus,” ucapnya.
Akibat perbuatannya ia dikenai pasal 363 ayat 1 dan 5 KUHP diancam hukuman selama lamanya 7 tahun penjara.#osk

x

Jangan Lewatkan

Warga Prabumulih Antusias Sambut Kedatangan Alex Noerdin

  Prabumulih, BP–Kedatangan mantan Gubernur Sumsel 2 periode 2008-2018 H Alex Noerdin di kota Prabumulih disambut antusias oleh seluruh warga ...