“Lestarikan Bukit Seguntang Sebagai Hulu Melayu”

4

BP/IST
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir H Mawardi Yahya membuka secara resmi Festival Seguntang Tahun 2020 dan mengukuhkan Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) Provinsi Sumatera Selatan masa bakti 2020-2025.

Palembang, BP

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir H Mawardi Yahya membuka secara resmi Festival Seguntang Tahun 2020 dan mengukuhkan Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) Provinsi Sumatera Selatan masa bakti 2020-2025 di Taman Wisata Bukit Siguntang, Palembang, Jumat (28/2) sore.

Turut hadir diantaranya Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo RM Fauwaz Diraja SH Mkn, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal dan perwakilan masing-masing instansi terkait.

Dalam sambutannya, Mawardi mengatakan, Festival Seguntang adalah yang pertama kalinya digelar. Tujuannya untuk melestarikan Seguntang sebagai hulu Melayu.

“Kenapa ini kita bangkitkan kembali. Zaman Gubernur H Ramli Hasan Basri, sudah luar biasa dalam memperkenalkan Palembang sebagai ibukota Kerajaan Sriwijaya. Termasuk Bukit Siguntang,” katanya.

Namun sayang, selama empat periode pemerintahan Gubernur Sumsel berikutnya, hal ini terabaikan. “Bukan lupa, tapi terlalaikan. Maka itu di masa Herman Deru – Mawardi Yahya, ini dibangkitkan lagi. Tujuannya tiada lain, karena ini tanggung jawab moral kita semua sebagai rakyat Sumsel,” kata Mawardi.

Baca:  Manfaatkan Cagar Budaya Untuk Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dengan Lestarikan Kearifan Lokal

Menurutnya hal ini menjadi tanggung jawab seluruh warga Sumatera Selatan untuk kembali menggaungkan bahwa Palembang, ibukota provinsi ini, dulunya adalah ibukota dari Kerajaan Sriwijaya, sebuah kerajaan tersohor pada eranya, yang bahkan daerah kekuasaannya hingga mancanegara.

Ia mengaku miris dengan pemberitaan di sejumlah media, yang menyebutkan Palembang bukan ibukota Kerajaan Sriwijaya. Padahal itu tidaklah benar.

“Generasi sekaranglah yang akan mengibarkan kembali. Sejarah ini jangan sampai hilang, demi mempertahankan harga diri generasi terdahulu,” katanya.

Ketua Forwida Sumsel Diah Kesuma Pratiwi mengatakan, ada banyak acara dalam Festival Seguntang. Mulai dari pengukuhan Forwida, pembukaan festival, serta Forwida Award, yang akan diberikan kepada pejuang kebudayaan.
Lalu peluncuran perangko dari PT Pos edisi terbatas, yang ditandatangani Wagub Sumsel. Kemudian bazaar dan berbagai lomba, di antaranya lomba pantun, menghias pempek dengan tema Bukit Seguntang, dan lomba Musi Batanghari/pop daerah Sumsel.

Baca:  Warga Malaysia, Brunai Hingga Belanda Ikut Mendaftar Webinar  Nasional Forwida  dan UT  Palembang 

Kegiatan berlangsung tiga hari, 28 Februari hingga 1 Maret 2020. Adapun Forwida merupakan Forum Pariwisata dan Budaya. Organisasi ini beranggotakan akademisi, arkeolog, sejarawan, budayawan, sesepuh, hingga Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo RM Fauwaz Diraja SH Mkn.

Organisasi ini, ia mengatakan, merupakan mitra pemerintah, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel. Forwida mengemban tugas melestarikan budaya

“Kita akan gelar festival tahunan. Yang akan datang berlevel internasional. Kita akan undang negara-negara serumpun Melayu, seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam,” katanya.

Baca:  BRI KCU Palembang A Rivai Dukung “Festival Seguntang 2020 “Yang Di Gagas Forwida Sumsel

Selain itu, ia melanjutkan, juga akan digelar Pesta Anak-anak Seguntang. Even ini mengangkat permainan tradisional anak-anak tempo dulu, seperti main yeye, kelereng, dan lainnya.

“Anak-anak sekarang senangnya main games di ponsel. Akibatnya Interaksi sosial kurang. Lebih kita khawatirkan, anak menjadi tidak menghormati orangtua. Sholat lupa, belajar lupa. Senangnya main games saja,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi gelaran Festival Seguntang 2020.

“Perlu kolaborasi semua pihak dalam pengembangan pariwisata di Sumsel. Orang-orang yang peduli dengan wisata baik dari akademik, komunitas, pemerintah, BUMN, BUMD, Budayawan,” katanya.#osk