Ultimate magazine theme for WordPress.

“Banyak Data Berkaitan Sriwijaya Di Kota Palembang Sudah Rusak”

BP/IST
Kepala Balai Arkeolog Sumsel, Budi Wiyana usai mengisi kegiatan diskusi Sahabat Cagar Budaya (SCB), Sabtu (8/9).

Palembang, BP

Kepala Balai Arkeologi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Budi Wiyana mengakui pihaknya tidak lagi mengarahkan penelitian Kerajaan Sriwijaya di kota Palembang karena banyak data-data berkaitan Sriwijaya di kota Palembang sudah rusak.
“ Meskipun ada tapi parsial, kalau diluar Palembang masih kelihatan secara fisik terutama di Pantai Timur itu menarik ya, karena itu data-data baru Pra Sriwijaya, makanya tetap kita penelitian Sriwijaya tetap terus,” katanya di sela Seminar Arkeologi, yang mengambil tema ‘Sinergitas Balai Arkeologi Sumatera Selatan dan Daerah Dalam Pengelolaan Aset Budaya’ di Hotel Santika, Rabu (26/2).
Dan untuk tahun ini menurutnya penelitian mengenai kerajaan Sriwijaya masih dilakukan di daerah Penungkal Abab Lematang Ilir (Pali) dan Muara Jambi dan pantai Timur untuk penelitian Pra Sriwijaya.
“ Ada penelitian lanjutan semuanya dari APBN,”katanya.
Secara umum menurutnya kajian mengenai kerajaan Sriwijaya masih sangat banyak dan masih banyak hal yang bisa di ungkap di Kerajaan Sriwijaya.
“ Cuma gini, kita maunya ngarahnya kesana cuma karena wilayah kerja kita 4 provinsi , enggak mungkin kita berkutat di Sumsel saja, yang Bengkulu kita perhatikan , Bangka juga, makanya dana itu juga dibagi-bagi tapi penelitian tentang Sriwijaya tetap terus,” katanya.
Untuk penelitian dari Arkeologi Nasional (Arkenas) di Sumsel menurut Budi lebih untuk penelitian metalogi atau tentang logam yang banyak kemasa yang lebih tua (pra sejarah) di wilayah Sumbagsel termasuk di Sumsel.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...