Ultimate magazine theme for WordPress.

Dua Arca Serahan Warga Ke Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa Bukan Benda Cagar Budaya

BP/DUDY OSKANDAR
Kepala Balar Sumsel , Drs Budi Wiyana

Palembang, BP

Dua arca serahan warga ke Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Balaputra Dewa bukan benda cagar budaya, namun hanya barang pajangan semata.

“Kita sudah lihat foto dua arca itu. Kelihatannya arca baru. Kalau sudah lama, sepertinya tidak mungkin,” kata Kepala Balai Arkeologi Sumatera Selatan Budi Wiyana di sela Seminar Arkeologi, yang mengambil tema ‘Sinergitas Balai Arkeologi Sumatera Selatan dan Daerah Dalam Pengelolaan Aset Budaya’ di Hotel Santika, Rabu (26/2).

Dikatakan dia, dari awal ia sudah menduga bahwa dua arca tersebut yakni arca Budha dan arca Ganesha, bukanlah benda cagar budaya.
“Tidak mungkin benda cagar budaya ditemukan di tempat sampah, kalau orang-orang itu mengetahui. Namun begitu, kita hargai warga yang melaporkan temuan-temuan seperti itu,” katanya.

Baca Juga:  Dua Jambret Kambuhan Ditembak

Seperti diberitakan, guru SMP Negeri 13 Palembang, Kemas Sofyan, menyerahkan dua arca berukuran mini kepada Museum Negeri Provinsi Sumatra Selatan Balaputra Dewa, untuk dijadikan koleksi museum.
Dua arca tersebut diserahkan Sofyan kepada Kepala Museum Negeri Provinsi Sumatra Selatan Balaputra Dewa H Chandra Amprayadi, Senin (24/2).

Menurut Sofyan, dirinya mendapatkan kedua arca itu dari pemulung di kawasan Makrayu, Kecamatan Ilir Barat II, Kota Palembang.

Baca Juga:  Pembangunan Jembatan Musi VI Palembang Dihentikan

Retno Purwanti, arkeolog dari Balai Arkeologi Sumsel mengatakan, pihaknya baru sebatas melihat foto kedua arca tersebut. Arcanya belum diteliti, lantaran belum diserahkan pihak museum.
“Dari foto lewat WA Group, kami sudah simpulkan bahwa itu barang baru,” katanya.
Kedua benda tersebut, ia mengatakan, banyak ditemukan di Pulau Jawa, yang merupakan hasil kerajinan tangan warga, serta menjadi cendera mata buat wisatawan.

Baca Juga:  Bersyukur Kembali Terpilih Sebagai Anggota DPRD Sumsel

“Pengrajin batu dari Mutilan, Kabupaten Magelang, bisa membuat itu. Dulu di Jawa, umum dibuat miniatur arca atau relief untuk suvenir. Bisa didapatkan di Candi Prambanan, Borobudur. Di tempat lokasi wisata di Yogyakarta, biasa yang seperti itu,” katanya.

Kedua benda tersebut, dikatakan dia, memang disebut arca, tapi bukan benda cagar budaya. Hanya bahan pajangan semata. #osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...