Ultimate magazine theme for WordPress.

Kategori Kabupaten Layak Anak, OKU Masih Jauh dari Harapan

Sekda OKU menyampaikan sambutan pada acara monitoring dan evaluasi kabupaten layak anak. BP/Ariyan

Baturaja, BP–Bupati OKU diwakili Sekda Dr Drs Ir Achmad Tarmizi, SE MT MSi MH mengatakan seperti kita ketahui bersama pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah mendesain dan mensosialisasikan sebuah sistem dan strategi pemenuhan hak-hak anak yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan mengembangkan kebijakan Kabupaten/kota Layak Anak. Kebijakan Kabupaten Layak Anak (KLA) bertujuan untuk mensinergikan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, sehingga pemenuhan hak-hak anak Indonesia dapat lebih dipastikan.

“Kebijakan pengembangan KLA saat ini telah memasuki tahun ketiga. Dalam kurun waktu tersebut, KLA di Kabupaten OKU masih jauh dari harapan, tahun 2018 baru mendapatkan nilai mandiri 66,5, dan pada tahun 2019 mendapatkan nilai mandiri 302,32. Untuk itu peran gugus tugas KLA Kabupaten OKU dapat membantu untuk mensukseskan Kabupaten OKU menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA),” hal itu ungkapkan Achmad Tarmizi saat membuka acara monitoring dan evaluasi Kabupaten Layak Anak di Hotel Grand Kemuning Baturaja, Selasa (18/2) kemarin.

Baca Juga:  KPK Panggil Bupati OKU, Ternyata Untuk Dapat Penghargaan

Tarmizi mengatakan ada 24 indikator penilaian KLA yang didasarkan pada substansi hak-hak anak yang dikelompokkan dalam 5 cluster pemenuhan hak-hak anak dalam konvensi hak anak, adalah hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya, serta perlindungan khusus. “Point terpenting dari proses pengembangan KLA, adalah dengan berkoordinasi antar stakeholder pemenuhan hak-hak anak dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Ini penting, karena anak adalah investasi di masa yang akan datang,” kata dia.

Baca Juga:  Jumat Bersih, Bupati OKU Terjun Langsung Bersihkan Sampah di Jalanan

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA).OKU Ir Arman mengatakan jika kegiatan seperti ini monitoring dan evaluasi KLA sudah dua kali dilaksanakan yakni pada bulan Agustus 2019 yang lalu dihadiri staf Menteri PPPA dan DPPPA OKU telah melaksanakan kegiatan ini bahkan sampai di tingkat kecamatan. “Kegiatan monitoring dan evaluasi kali ini mengundang dua orang narasumber, yaitu Faisal Cakra Buana fasilitator Kementerian PPPA RI, dan Poniyem, MPd fasilitator DPPPA Provinsi Sumatera Selatan,” kata Arman.

Baca Juga:  Raih Penghargaan, Bupati OKU: Ini Merupakan Kerja Sama yang Baik Seluruh OPD

Dia berharap dengan sering dilaksanakan kegiatan seperti ini dan mengundang berbagai narasumber, dapat menambah ilmu dan wawasan tentang Kabupaten Layak Anak bagi gugus tugas serta lebih termotivasi lagi untuk mendukung Kabupaten OKU menjadi Kabupaten Layak Anak. #yan

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...