Ultimate magazine theme for WordPress.

Robi Jawab Tidak Tahu Soal Uang dan Mobil Yang Dia Berikan Kepada Elfin

BP/IST
Jaksa penuntut umum (JPU) KPK menghadirkan Robi Okta Fahlevi (35) kontraktor yang sudah diputus bersalah oleh majelis hakim atas kasus suap di Dinas PUPR Muara Enim.

#Robi Jadi Saksi Ahmad Yani

Palembang, BP
Jaksa penuntut umum (JPU) KPK menghadirkan Robi Okta Fahlevi (35) kontraktor yang sudah diputus bersalah oleh majelis hakim atas kasus suap di Dinas PUPR Muara Enim.
Robi yang kini sudah berstatus sebagai terpidana, dihadirkan JPU KPK sebagai saksi pada persidangan dengan terdakwa Bupati Muara Enim Ahmad Yani yang digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (18/2).
Dalam kesaksiannya, Robi kembali menyebut sejumlah uang dan perjanjian fee atas permintaan Bupati Ahmad Yani untuk memenangkan 16 paket proyek senilai Rp.130 miliar.
Tepatnya terkait proyek Dana Aspirasi DPRD Kabupaten Muara Enim pada proyek APBD Murni TA 2019 di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.
Robi juga menyebut keterlibatan terdakwa A Elfin MZ Muchtar yang merupakan PPK sekaligus Kabid pembangunan dan jembatan Dinas PUPR Muara Enim, sebagai perantara penerima dana suap yang diberikannya.
“Pak Bupati pernah minta uang ke saya melalui Elfin. Waktu saya diminta uang sebesar Rp.2,7 miliar dan diminta lagi Rp.3 miliar. Selanjutnya saya diminta koordinasi sama pak Bupati untuk melaporkan kalau saya sudah memberi uang,” katanya.
Sebelum proyek berjalan, Robi mengaku bertemu dengan Ahmad Yani lebih dari tiga kali.
Dalam pertemuan ketiga yang terjadi di rumah pribadi Ahmad Yani yang berada kawasan di Pakjo Palembang, didapat perintah bahwa segala uang yang berkaitan dengan fee proyek harus melalui Elfin.
Perintah tersebut diberikan oleh Ahmad Yani yang telah menunjuk
Elfin sebagai satu pintu penerima dana fee dalam proyek tersebut.
“Ya yang Mulya, Ahmad Yani yang bilang langsung ke saya bahwa semua aliran dana harus satu pintu melalui Elfin,” katanya.
Ketegangan sempat terjadi lantaran Robi yang kerap kali menjawab tidak tahu mengenai untuk apa uang dan mobil yang ia berikan kepada Elfin sehingga hakim sedikit meninggikan nada suaranya.
“Semuanya kamu tidak tahu untuk apa diberikan, kalau kamu tidak tahu kenapa kamu mau langsung beri uang sebanyak itu,” kata Erma, Hakim Ketua, dengan raut wajah yang sedikir kesal.
Mengetahui hal tersebut, Robi pun langsung menjawab dirinya tidak menanyakan lantaran yang terpenting baginya 16 proyek tersebut sudah di tangannya.

Baca Juga:  Ketua PN Palembang Larang Wartawan Meliput

“Saya tidak bertanya saya nurut saja karena 16 proyek yang itu sudah di tangan saya,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...