Ultimate magazine theme for WordPress.

Polda Sumsel Ajukan 4 Satwil Untuk WBBM dan 13 Satker dan Satwil Untuk WBK

BP/IST
Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs Priyo Widyanto MM membuka Kegiatan Sosialisasi dan Pembekalan Zona Intergritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi / Wilayah Birokrasi Bersih Melayani Polda Sumsel pada hari Senin (17/2) di Hotel Beston Palembang.

Palembang, BP

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol. Drs Priyo Widyanto MM membuka Kegiatan Sosialisasi dan Pembekalan Zona Intergritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi / Wilayah Birokrasi Bersih Melayani Polda Sumsel pada hari Senin (17/2)  di Hotel Beston Palembang.

Hadir dalam acara tersebut, Irwasda Sumsel, Para PJU Polda Sumsel, kapolres/Tabes jajaran Polda Sumsel.

Kapolda Sumsel menegaskan, sejak tahun 2004 Reformasi Birokrasi Republik Indonesia akan pentingnya prinsip clean government dan good governance yang secara universal menjadi prinsip untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Baca Juga:  TNI Dari Rakyat

Sesuai dengan Kemenpan RB no. 10 tahun 2019, maka di bentuk Zona Intergritas untuk mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani.

Berkaitan dengan hal tersebut, Polri di tuntut lebih transparan dan akuntabel dalam menjalankan tugas pokok yang telah di amanahkan serta selaras dengan program kebijakan yang telah digariskan dengan peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia khususnya dalam Pelayanan Birokrasi.

Baca Juga:  Pemprov Sumsel Diminta Menyusun TPB

“Polda Sumsel saat ini telah mengajukan 4 Satwil untuk menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani ( WBBM ) yaitu : Polrestabes Palembang, Polres OKU, Polres Prabumulih dan Polres Muara Enim. Sedangkan untuk Wilayah Bebas Korupsi ( WBK ) terdiri dari 13 satker/ satwil yaitu : Biro SDM, Dit Intelkam, Dit Lantas, Polres Banyuasin, Polres Musi Rawas, Polres Ogan Ilir, Polres OKI, Polres OKU T,  Polres OKU S, Polres Musi Banyuasin, Polres Lahat, Polres Pagar Alam,” katanya.

Baca Juga:  2021, Kontrak Pembayaran  Pihak Ketiga Pembangunan LRT Palembang Masih Sisahkan  Rp2,3 Triliun

Kapolda meminta kepada satwil / satker yang di usulkan, untuk dapat memperbaiki pelayanan, hindari komplain dalam pelayanan dengan sosialisasi dan lakukan terobosan kreatif Kepolisian yang menyentuh masyarakat.

Sedangkan acara di akhiri paparan Drs. Agus Uji Hantara, M.E. (Asisten Deputi Pengelolaan Pengaduan Aparatur dan Masyarakat Kemenpan RB Republik Indonesia dan dari Srena Polri AKBP Pujianto.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...