Home / Headline / Ketua DPR RI: Kebudayaan Landasan Pembangunan Manusia Indonesia ber-Pancasila

Ketua DPR RI: Kebudayaan Landasan Pembangunan Manusia Indonesia ber-Pancasila

Puan Maharani

Semarang, BP–Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan kebudayaan sebagai landasan untuk membangun manusia Indonesia ber-Pancasila menuju era masyarakat 5.0 yang pada hakekatnya adalah ‘Nation and Character Building’. Dalam konteks tersebut, yakni nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Adapun, nilai-nilai tersebut antara lain seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, solidaritas kebangsaan, musyawarah, gotong-royong, kemakmuran bersama, toleransi, saling membantu sesungguhnya tidak kalah lengkap dengan nilai-nilai kemanusiaan yang ingin dikembangkan dalam Masyarakat 5.0 di negara maju.
Pemaparan tersebut disampaikan Puan dalam pidato penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dalam bidang ‘Kebudayaan dan Kebijakan Pembangunan Manusia’ dari Universitas Diponegoro, Semarang, Jumat (14/2). “Masyarakat 5.0 merupakan gambaran ideal sebuah masyarakat yang menjunjung tinggi harkat dan nilai-nilai kemanusiaan yang berbasiskan kepada kemajuan teknologi (technology-based human centered society),” jelas Puan.
Puan mengatakan nilai-nilai Pancasila dapat digunakan sebagai modal dasar membangun masyarakat Indonesia 5.0. Dengan,
melengkapi nilai-nilai Pancasila pada basis kemajuan teknologi super-modern, seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Thing (IoT), Robotic, dan Blockchain. “Di sini, hal yang paling mendasar adalah bagaimana masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila mampu memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan rakyat,” tandas Puan.
Dikatakan, apa yang menjadi tantangan besar harus diselesaikan dan direalisasikan dalam kehidupan nyata masyarakat Indonesia. Atau, dengan kata lain bagaimanakah menciptakan insan ber-Pancasila untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki basis teknologi tinggi.
Menurut Puan, hal tersebut, tidak lepas dari pemfungsian kebudayaan nasional, dari mana Pancasila itu berasal, sebagai landasan praktis kebijakan publik untuk merealisasikan gagasan strategis mengenai Masyarakat Indonesia 5.0 yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. “Hal ini, sesuai dengan pemikiran ahli kebudayaan bahwa kebudayaan memiliki arti penting dalam pembangunan manusia. Pembangunan manusia ini penting, karena “the most valuable of all capital is that invested in human beings,” jelas legislator dapil Jateng V itu.
Gelar kehormatan kepada Puan diberikan dalam bidang ‘Kebudayaan dan Kebijakan Pembangunan Manusia’. Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, para Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin, Rachmat Gobel, dan Muhaimin Iskandar, serta segenap Pimpinan Komisi dan Anggota DPR RI, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menhub Budi Karya Sumadi, Menkum HAM Yasonna Laoly, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wapres Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Rektor UNDIP Yos Johan Utama.#duk

x

Jangan Lewatkan

Lewat Lagu “Bidar Melaju”, Fir Azwar Ingatkan Palembang Sebagai Ulu Melayu

Palembang, BP Hanya butuh 2 bulan bagi seorang Fir Azwar untuk merampungkan penulisan lagu Bidar Melaju. Single dengan balutan nuansa melayu ini ...