Ultimate magazine theme for WordPress.

Komisi IV DPRD Sumsel Rekomendasikan Aktifitas Operasional Pabrik Panel Kayu di Indralaya Ditutup Sementara

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua Komisi IV DPRD Sumsel MF Ridho

Palembang, BP

Menindaklanjuti aduan masyarakat dan ramainya pemberitaan di media massa terkait limbah perusahaan yang bergerak dibidang industri manufaktur panel kayu di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Komisi IV DPRD  Sumatera Selatan (Sumsel) tidak tinggal diam.

Beberapa waktu lalu, Komisi IV langsung menindaklanjuti hal tersebut dengan mendatangi Kementerian Lingkungan Hidup dan Komisi IV DPR RI yang membidangi masalah lingkungan.

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel MF Ridho, mengatakan tindaklanjut ke Kementerian dan DPR RI lantaran dia menilai pihak perusahaan tidak kooperatif dan terkesan tidak mengakui limbah perusahaan yang telah mencemari lingkungan.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Sumsel Hari Ini 5 Juli , Meningkat 2.255 Orang , Bertambah Lagi 50 Pasien Positif

“Mereka (Perusahaan) tidak mengakui, makanya kami tindaklanjuti ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Komisi IV DPR RI yang membidangi lingkungan hidup. Kami harap ini bisa diselesaikan, sehingga masyarakat tidak jadi korban. Karena sudah luar biasa partikel nya mencemari lingkungan,” kata Ridho, Jumat (14/2).
Selain itu pihaknya telah merekomendasikan untuk aktifitas operasional pabrik itu ditutup sementara, sampai partikel serbuk kayu tidak terbang kemana-mana.

Baca Juga:  Mediasi Sengketa Lahan Di Labi-Labi di Komisi I DPRD Sumsel Temui Jalan Buntu

Komisi IV menduga adanya peralatan perusahaan yang tidak sesuai atau tidak diperbaiki, karena keberadaan pabrik juga berumur belasan tahun.

“Memang dari standar baku mutu masih normal, tapi persoalan serbuk kayu itu bisa terbang kemana-mana. Bisa ganggu kesehatan, mencemari makanan, kaca mobil juga terlihat,” katanya.

Menurut Ridho, Kementerian Lingkungan Hidup dan Komisi IV DPR RI akan melakukan sidak kelapangan untuk membuktikan objektivitas laporan Komisi IV DPRD Sumsel.

Baca Juga:  Gaji Guru Honor di Sumsel Dibayar Melalui DAU

“Untuk membuktikan objektivitas laporan kami, tentu akan ada sidak, kapan waktunya kami tidak tahu,” katanya.
Saat ini lanjut Politisi Demokrat ini, Dinas Lingkungan Hidup Sumsel telah memberikan DLH line sampai mesin di pabrik tersebut diperbaiki. #osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...