Ultimate magazine theme for WordPress.

Empat Begal Ditangkap, Satu Ditembak

Palembang, BP

Lantaran kesal dilaporkan ke polisi, seorang pelaku begal nekat mencari lagi korbannya dan menusuknya.

Padahal seminggu sebelumnya, pelaku tersebut sudah merampas motor yang dikendarai korban.

Unit 4 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel dipimpin Kanit 4 Kompol Zainuri kemudian menangkap pelaku.

Karena melawan saat akan ditangkap, satu dari empat pelaku yang diamankan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

Pelaku yang ditembak juga merupakan orang yang melakukan penusukan terhadap korban.

Baca Juga:  Anggota DPRD Palembang, Ridwan Saiman Tutup Kompetisi Seni Islam Melayu se Sumatera Selatan

“Saya kesal karena dapat kabar dia (korban) melapor ke polisi. Jadi saya cari lagi dan tusuk dia,” ujar Riko Supriyanto Wijaya (19) pelaku begal yang kemudian menusuk korbannya saat ditemui di Jatanras Polda Sumsel, Jumat (14/2).

Selain Riko petugas juga turut mengamankan IM (17), rekannya yang ikut membegal korban.

Dari hasil tersebut ia mengaku menerima uang sebesar Rp.150 ribu yang kemudian dibelikan sendal dan satu telepon genggam.

Baca Juga:  Sumsel Siaga Banjir Longsor Hingga April 2017

“Baru satu kali ini saya ikut begal. Biasanya kerja serabutan jadi tukang bangunan,” ujar IM.

Sementara itu, Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan tindak kejahatan begal yang dilakukan para tersangka terjadi pada Desember 2019 silam.

Tepatnya berlokasi di jalan Rambutan Dalam Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat II Palembang.

“Saat korban sedang dalam perjalanan pulang kerja ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor, datanglah para tersangka ini yang kemudian mengarahkan pisau untuk menakuti korban. Setelah korban menjauh, mereka lantas membawa kabur motornya,” ujar Suryadi.

Baca Juga:  Pemasangan Kawat Sepanjang Jalan Menuju Kantor KPU Sumsel Diprotes

Selain empat tersangka yang sudah diamankan, masih ada satu orang lagi yang masih dalam pengejaran petugas.

Suryadi mengatakan, atas perbuatannya para tersangka terancam dikenakan pasal 365 dan 480 KUHP.

“Untuk selanjutnya para tersangka ini harus menjalani proses hukum guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...