Home / Headline / 17-19 Februari PKB Sumsel Gelar Fit and Proper Test Pilkada Serentak Sumsel di Jakarta

17-19 Februari PKB Sumsel Gelar Fit and Proper Test Pilkada Serentak Sumsel di Jakarta

Bp/DUDY OSKANDAR
Nasrul Halim

Palembang, BP

Fit and proper test bakal calon kepala daerah (Balonkada) di 7 Kabupaten se-Sumsel akan digelar di DPP PKB di Jakarta, 17-19 Februari 2020.
Hal tersebut dikemukakan Sekretaris DPW PKB Sumsel Nasrul Halim, Jumat (14/2).
“Sekarang berkas balon sudah di DPP dan akan dilakukan tes fit and proper tes, semua yang mengembalikan berkas saat pendaftaran akan diundang, dan ini sudah jadi proses pengusungan di PKB,” kata Nasrun, Jumat (14/2).
Diungkapkan anggota DPRD Sumsel ini, setelah proses fit and proper test oleh tim desk pilkada DPP, nanti akan digelar rapat lanjutan dengan DPW, siapa yang dinilai dan dilihat potensial untuk menang di Pilkada.
“Yang jelas, kita akan lihat keseriusan mereka maju Pilkada dan kenapa mau diusung PKB, mungkin ada kaitan dengan NUnya atau sebagainya,” beber Alung sapaan akrab Nasrul Halim.
Untuk nama bakal paslonkada yang diusung atau didukung nanti, ia memerkiraan keluar paling sebulan setelah dikaksanakan fit and proper tes.
“Insya allah tidak lama, setelah itu ada pemberitahuan SK DPP ke DPW. Nantinya diundang DPC untuk dipanggil dan diserahkan SKnya,” ucapnya seraya selama partainya dalam memberikan rekom sepaket.
Ditambahkan Alung, pada hasil penjaringan dan penyaringan oleh PKB Kabupaten, mayoritas nama yang daftar merupakan kepala daerah yang saat ini menjabat atau petahana, kecuali Bupati OKU Timur Kholid Mawardi.
“Macam- macamlah yang daftar, yang pasti mayoritas petahana dan kader seperti di OKU Timur ada Nilawati, OI maupun di OKU yang merupakan orang tua dari Fathan (anggota DPRD Sumsel fraksi PKB),” katanya.
Dilanjutkan Alung, dengan adanya kader PKB potensial ia berharap nantinya bisa diusung dalam Pilkada, namun hal itu juga harus dilihat dari hasil survei yang ada.
“Kita berharap kader kita bisa diusung dan bergandengan dengan Kuryana Aziz di OKU, termasuk di OKU Timur. Mengingat survei ibu Nilawati bagus tinggal ibu Nila bagaimana, karena Pilkada berbeda dibanding Pileg, kalau tidak siap finansial dan komunikasi dengan masyarakat jelas berat, sebab kalau lihat pengalaman cukup,” katanya.
Dilanjutkan Alung, pada Pemilu legislatif 2019 lalu, PKB meraih kursi DPRD Kabupaten cukup signifikan, kecuali di Kabupaten Pali yang nihil meraih kursi.
OKU Timur 6 kursi, OKU, OKUS dan Mura masing- masing 3 kursi, OI 2 kursi dan Muratara 1 kursi.
“Jelas, PKB ingin menang di setiap Pilkada, sehingga kita akan selektif,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Kapolda Sumsel Raih Penghargaan Dari Kanwil Perbendaharaan Sumsel

Palembang, BP Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel)  Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S., MM  menerima penghargaan dari Kanwil Perbendaharaan ...