Hilangkan Kesan Tujah Di Sumsel

6

BP/IST
Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Drs. Priyo Widyanto, M.M , Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rudi Setiawan, Kabid humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM, Kapolresta Palembang Kombes Pol. Anom Setyadi beserta jajaran saat bersilaturahmi bersama awak media dari media elektronik televisi dan radio, online juga cetak, Rabu (12/2) di rumah makan Pagi Sore, Palembang.

Palembang, BP

Kesan tujah yang menjadi ciri khas di Sumsel ini bisa dihilangkan dan tidak membawa sajam saat bepergian. Sehingga bila nantinya seseorang emosi, maka tidak terjadi hal yang tidak diinginkan hingga korban jiwa.

“Kita sudah menggelar FGD bersama stake holder yang ada di Sumsel ingin dan mensosialisasikan kepada masyarakat Sumsel, jangan pernah membawa sajam. Kesan Sumsel begal dan tujah harus kita lepaskan dan harus kita ubah imej seperti itu. Tentunya, kita mengajak rekan media menjadi corong agar bisa menghilangkan imej seperti itu, dan sehingga silaturahmi ini bisa mempublikasikan hal hal yang baik dan sebaliknya hal yang buruk bisa ditekan,” kata Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel)  Irjen. Pol. Drs. Priyo Widyanto, M.M , Wakapolda Sumsel didampingi   Brigjen Pol. Rudi Setiawan, Kabid humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM, Kapolresta Palembang Kombes Pol. Anom Setyadi beserta jajaran saat bersilaturahmi bersama kalangan  media dari media elektronik televisi dan radio, online juga cetak, Rabu (12/2) di rumah makan Pagi Sore, Palembang.

Baca:  Warung Mang Pedeka Semakin Berkembang di Seluruh Satker Polres Jajaran di Sumsel

Selain Jenderal bintang dua yang juga mantan Kapolda Jambi dan Kaltim meminta agar media ikut berperan. Serta dalam hal menghilangkan kebiasaan negatif masyarakat Sumsel seperti membawa senjata tajam dan tujah.

Termasuk begal kalau di hukum tak ada istilah begal yang ada curas pencurian dengan kekerasan tapi istilah di sini begal kata Kapolda kebiasaan membawa senjata tajam bisa memicu emosi dan kriminalitas karena itu pihak media bisa ambil peran aktif agar kebisaan tersebut di hilangkan.

Baca:  Wakapolda Sumsel Pimpin Bakti Sosial di Gereja Bethel Indonesia

Ciri khas Palembang atau Sumsel begal dan tujah membawa senjata tajam perlu di hilangkan karena tidak ditemukan di tempat lain,” kata Priyo Widyanto.

Baru satu bulan bertugas disini sudah tujuh orang meninggal dunia, saya bertugas di daerah lain tidak saya temukan hal itu, tahun lalu ada 80 orang meninggal lanjutnya
Kapolda mengaku Sejak beliau menjabat sebagai Kapolda di Sumatera Selatan bahwasanya baru kali ini sempat bersilaturahmi bersama awak media. Dikarenakan masih begitu banyak agenda tugas yang harus diselesaikan.

Baca:  Kegiatan Pembinaan Mang PeDeKA Jero Gelombag III Hari Kedua

“Media adalah teman saya, karena media semua kegiatan bisa dikenali masyarakat luas”, katanya.
Kapolda berharap kalangan media janganlah menulis judul yang menekankan kesan arogan/seram. Seperti penekanan dalam kalimat begal, yang maknanya tetaplah sama “pencurian dengan kekerasan” begitu juga pasalnya tetap sama.

Selain itu dalam dia meminta agar tidak membesar-besarkan tentang berita virus Corona”, agar tercipta suasana yang tidak meresahkan masyarakat.

Di akhir kesempatan pertemuan Kapolda Sumsel menambahkan wacana kedepannya bahwa bagi para kalangan media terutama di Polda Sumsel dapat mengikuti kegiatan olahraga bersama.
Jenis olahraga yang sudah dipersiapkan adalah bentuk cabang olahraga basket, bola voli, tenis dan bulutangkis.#osk