Ultimate magazine theme for WordPress.

Dua Bocah SD Tewas Tenggelam

BP/IST
Dua bocah yang masih duduk di kelas V Sekolah Dasar Negeri 8 Sukajadi Khairul Anam (10) dan Rizky Pratama (12) ini tewas tenggelam dikolam galian batu bata dekat SMP Negeri 51 Sukajadi, Talang Betutu, Kecamatan Sukarami Palembang Selasa (11/2).

Palembang, BP

Tragis dialami dua bocah yang masih duduk di kelas V Sekolah Dasar Negeri 8 Sukajadi Khairul Anam (10) dan Rizky Pratama (12) ini tewas tenggelam dikolam galian batu bata dekat SMP Negeri 51 Sukajadi, Talang Betutu, Kecamatan Sukarami Palembang Selasa (11/2).
Menurut Kanit Reskrim Polsek Sukarame Iptu Hermansyah SH didampingi Ipda Ach Tamimi selaku KSPKT Polrestabes Palembang mengatakan pihaknya telah melakukan evakuasi terhadap dua jasad bocah yang tewas tenggelam.
“Kami mendapat laporan bahwa anak yang memberitahu buruh sedang membuat batu bata sekitar jam 15.00 WIB. anak-anak ini memberitahukan, kalau ada 2 orang anak tenggelam. Lokasinya itu di bekas kolam pembuatan batu bata di Talang Betutu,” katanya.
Saat kedua korban dikeluarkan dari dalam kolam kedua korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Jasad kedua korban diambil oleh buruh yang sedang membuat batu bata. Selanjutnya kita melakukan pemeriksaan, nah ini akan kita visum terhadap kedua korban. Untuk lokasi sudah kami pasangi garis polisi,” katanya.
Korban Khairul Anal merupakan warga Kompleks Griya Alpa, KM 15, Kelurahan Sukajadi, Banyuasin. Sedangkan Rizky Pratama, warga Mega Asri, Block H No 09, RT 13/27, Kelurahan Sukajadi.
Berdasarkan keterangan Mariam (53) nenek dari korban Rizky, cucunya bersekolah di SD Negeri 8 di Mega Asri. Setiap pulang dari sekolah ia langsung pulang kerumah dan pada hari ini dia tidak pulang.
“Biasonyo Jam 2 siang dia pulang sekolah, terus ngomong mak aku nak main, karena itulah diajak kawan, yo mainnya di Mega Asri main sepeda, biasanya,” ungkapnya terlihat histeris menyaksikan tubuh cucunya sudah terbujur kaku.
Sekitar satu jam Mariam pun mendapat kabar kejadian kalau Rizky sudah tenggelam di dekat SMP Negeri 51, disitu ada kolam bekas galian batu bata. Sang nenek sudah punya firasat akan kepergian cucunya untuk selamanya. “Rizky itu tidak pandai berenang. Tidak bisa berenang, mau berenang dimana karena tidak ada sungai disana,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...