3 Versi Kompilasi Undang- Undang Simbur Cahaya

15

Oleh : Albar S Subari SH SU (Ketua
Pembina Adat Sumatera Selatan)

Kata kompilasi sebagaimana didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia halaman 413 berarti: kumpulan yang tersusun secara teratur, informasi, karangan karangan dan sebagainya.
Salah satu bahasan kita saat ini adalah membahas tentang kompilasi undang undang simbur cahaya.
Prof. Dr. H. Moh. Koesno, SH Guru Besar Hukum Adat Universitas Airlangga dan guru hukum adat di belahan 5 benua.
Didalam testamen tertulisnya surat pribadi beliau kepada penulis saat minta pendapat akan ada rencana Pembina Adat Sumsel akan membuat kompilasi adat istiadat pada tanggal 21 April 1997 mengatakan, hati hati untuk membahas buku hukum seperti undang undang simbur cahaya, karena ini adalah hasil dari kalangan atas, bukan tumbuh dari rakyat.
Kompilasi pertama dari undang undang simbur cahaya pada tahun (1630-1642 M) pada saat pemerintahan Ratu Sinuhun.
Pada masa ini segala sesuatu dilembagakan sehingga dapat mengikat dan mendorong orientasi para kepala marga dalam suatu kesatuan dibawah kerajaan.
Karya Ratu Sinuhun ini merupakan hasil melembagakan aturan aturan adat pertama diuluan.
Kompilasi kedua, pada tahun 1854 oleh Kolonel De Brauw atas perintah van den Bosche.
Mengadakan kompilasi aturan aturan yang termuat dalam piagam piagam Ratu Sinuhun. Upaya tersebut tentu menyesuaikan demi kepentingan dan kelangsungan pemerintah kolonial Belanda.
Kompilasi ketiga pada tahun 1927 atas permufakatan bersama Pasirah Bond dengan melakukan perubahan perubahan atas pasal pasal undang undang simbur cahaya. ( Surat Residen Palembang Tideman tanggal 14 januari 1928 no 627/21)
Untuk mengingatkan anggota Pasirah Bond Sumatera Selatan kita runutkan nama namanya sebagai berikut:
1.Pangeran M. Djahri, Kepala Marga Tubohan Kabupaten Oku
2.Pangeran M.Nuh, Kepala Marga Merapi Kabupaten Lahat
3.Pangeran A.Fattah, Kepala Marga Kayuagung. Kabupaten OKI
4.Pangeran Bakri, Kepala Marga Lubuk Batang Kabupaten OKU
5.Pangeran Tjek Mat, Kepala Marga Babattoman, Kabupaten Muba
6.Pangeran Roos, Kepala Marga Muara Lakitan Kabupaten Mura
7.Pangeran Anwar, Kepala Marga Meranjat Kabupaten OKI.#osk

Baca:  " LEGAL STANDING " Masyarakat Hukum Adat