Home / Headline / Refleksi Republik Islam Iran setelah 41 Tahun Berdiri

Refleksi Republik Islam Iran setelah 41 Tahun Berdiri

Oleh : Mehrdad Rakhshandeh, Ph.D
(Konsuler Kebudayaan Iran di Jakarta)

Terbitnya fajar Revolusi Islam di Iran tahun 1979 membawa perubahan yang luar biasa, tidak hanya di Iran, bahkan di seluruh dunia. Ledakan cahaya pada yaumullah 22 Bahman (11 Februari) meredupkan kekuatan-kekuatan (super power) saat itu dan membawa kabar gembira janji Allah swt akan kemenangan kaum mustadhafinatasmustakbirin:
وَنُرِيْدُ اَنْ نَّمُنَّ عَلَى الَّذِيْنَ اسْتُضْعِفُوْا فِى الْاَ رْضِ وَنَجْعَلَهُمْ اَئِمَّةً وَّنَجْعَلَهُمُ الْوٰرِثِيْنَ
Wanuriidu an namunna ‘alal laziinas tudh’ifuu fil-ardhi wanaj’alahum a immataw wanaj’alahumul-waarisiin
“Dan Kami hendak member karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).”(QS. Al-Qashash [28]: 5)

Revolusi Islam Iran menggemakan suara Islam Muhammad, di berbagai belahan dunia dan membuka era baru di depan mata umat manusia.
Kini, 41 tahun dari kemenangan revolusi Islam yang membanggakan berlalu, kita saksikan buah dari syajarah thayyibah yang subur karena disirami dengan darah para syuhada, mampu menciptakan capaian-capaian penting. Seluruh raihanini manfaatnya kembali kepada rakyat Iran, kaum muslimin dan penuntut kemerdekaan di seluruh dunia. Republik Islam Iran telah menjelma menjadi teladan percontohan yang nyata bagi umat dunia.
Raihan-raihan berharga dari sebuah sistem Islam ini dapat disebutkan diantaranya sebagai berikut:
– Revitalisasi akhlak (etika) dan spiritualitas,
– Penghayatan sekaligus pengamalan keyakinan dan ajaran agama,
– Capaian ilmu dan teknologi baru,
– Kemajuan wawasan politik, kebudayaan masyarakat, independensi dan percaya diri,
– Terbentuknya wacana budaya persatuan,
– Ditemukannya identitas negara (Iran) Islami,
– Pembelaan terhadap kaum mustad’afin dan tertindas,
– Besarnya kecenderungan kaum perempuan terhadap hijab,
– Pembuktian efisiensi agama,
– Stabilitas atau keamanan nasional dan kawasan,
– Kemajuan kekuatan di semua lini,dan
– Teguhnya jiwa kesabaran & muqawamah.

Membahas tentang raihan-raihan revolusi Islam adalah dalam rangka mensyukuri nikmat yang telah diberikan dan mengamalkan firman Allah SWT:
وَاَ مَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Waammaabini’matirobbika fa haddits
“Dan terhadap nikmatTuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).”(QS. Ad-Duha[93]: 11).
Hal itu juga bertujuan menciptakan langkah-langkah penting untuk memberikan perlawanan terhadap musuh Islam dan revolusi Islam yang selama bertahun-tahun senantiasa menggunakan berbagai cara seperti perang yang dipaksakan (dengan Irak), embargo ekonomi, invasi budaya dan perang lunak. Semua itu mereka anggap dapat menundukkan rakyat Iran.

Namun berkat pertolongan Ilahi, bimbingan Pemimpin AgungAyatullah Ali Khamenei, kekompakan dan persatuan seluruh lapisan bangsa Iran, berbagai tujuan jahat musuh dapat dimentahkan. Bahkan Iran saat ini sedang berusaha membangun peradaban baru Islam yang setiap hari akan menambah kemuliaan, kemajuan, kedaulatan system republik Islam Iran dan dunia Islam.

Republik Islam Iran sepanjang perjalanannya yang selalu memperoleh berkah Ilahi ini, senantiasa menyerukan penuntutan hak, pembelaan untuk hidup bermartabat bagi seluruh umat di dunia. Republik Islam Iran selalu menyuarakan penentangan terhadap kaum arogan yang membatasi kebebasan dan kemuliaan (martabat) hanya untuk segelintir orang, sisanya dianggap hina.

Teriakan lantang Iran akan selalu didengungkan demi menuntut keadilan dan menentang kezaliman, meskipun setan-setan akan selalu berusaha menghalangi berlanjutnya gerakan bergelombang dahsyat ini. Gelombang yang akan selalu siap melumat dan tidak akan tenang kecuali setelah tercapainya kemerdekaan, kebebasan, kemuliaan dan kehormatan seluruh bangsa.#