BNNP Sumsel Musnahkan 35 Kg Sabu Dan 34 Ribu Butir Ekstasi

12

BP/IST
Dengan disaksikan tiga tersangka Juni Muldianto alias Joni Subanjir, Riyan dan Yabot, saat tangkap ditempat yang berbeda di Dusun VI Desa Betung Banyuasin dan Hotel Galaxy Musi II Palembang, ketiganya pemilik sabu seberat 35 kilogram dan 34 ribu lebih butir pil ekstasi yang dimusnahkan dengan dengan cara d blender dan dibuang ke tempat pembuangan akhir oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (11/2) bertempat di kantor BNNP Sumsel Jakabaring.

Palembang, BP

Dengan disaksikan tiga tersangka Juni Muldianto alias Joni Subanjir, Riyan dan Yabot, saat tangkap ditempat yang berbeda di Dusun VI Desa Betung Banyuasin dan Hotel Galaxy Musi II Palembang, ketiganya pemilik sabu seberat 35 kilogram dan 34 ribu lebih butir pil ekstasi yang dimusnahkan dengan dengan cara d blender dan dibuang ke tempat pembuangan akhir oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (11/2) bertempat di kantor BNNP Sumsel Jakabaring.
Barang haram ini merupakan hasil ungkap kasus yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel bersama bae cukai Palembang beberapa waktu lalu dengan mengamankan tiga orang tersangka tersebut.
Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan mengatakan, tiga pelaku ditangkap berkat kerja sama dan laporan dari masyarakat. Yang mana ketiga orang diperintahkan untuk mengantarkan sabu sebanyak 35 kilogram dan ekstasi 34 ribu lebih butir kewilayah Sumsel berdasarkan perintah AC seorang bandar narkotika asal Tembilahan, Riau. Ketiga tersangka Joni dan Riyan warga Tembilahan, Indragiri Hilir, Provinsi Riau serta Yabot yang merupakan warga Palembang membawa narkoba dari Riau tujuan ke wilayah Sumsel.
“Narkotika yang disita ini berasal dari Malaysia dan akan dipasarkan di Sumatera Selatan melalui rute pulau Batam, Provinsi Riau melalui jalur darat hingga ke Sumatera Selatan,”kata Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan disela sela pemusnahan Selasa (11/2).

Baca:  BNNP Sumsel Gagalkan Shabu Untuk Tahun Baru

Dikatakan Jhon, dari 35 kilogram sabu, 29 kilogram untuk dipasarkan di Kabupaten PALI dan sisanya 6 kilogram untuk dipasarkan wilayah Palembang. Namun upaya penyelundupan narkotika tersebut gagal setelah ketiga tersangka ditangkap pada akhir Desember lalu di hari yang sama.
Selain tersangka dan beserta barang bukti narkotika, petugas juga mengamankan dua unit mobil minibus yang digunakan ketiga tersangka dalam mendistribusikan narkotika.
Ketiga tersangka dijerat Pasal 112 dan 114 Junto Pasal 132 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup hingga hukuman mati.
“Sesuai komitmen BNN untuk memberantas narkotika, kami akan terus menelusuri dan menindak jaringan narkotika, khususnya yang akan masuk Sumatera Selatan,” kata Jhon.
Lanjut pihaknnya dibalik kesuksesan menggagalkan penyelundupan narkotika tersebut, petugas BNNP Sumsel punya cerita menarik saat penyergapan ketiga tersangka.
Selasa pagi tanggal 31 Desember sekitar pukul 07.10, petugas BNN yang mendapat informasi keberadaan tersangka, bertolak menuju lokasi penangkapan di Betung, Kabupaten Banyuasin.

Baca:  2010, BNNP Sumsel Gagalkan  Peredaran Ganja 300 Kilogram, Sabu 162,002 Kilogram Dan Ekstasi 63,268 butir

“Saat berada di SPBU di Betung, tim kami mengidentifikasi sebuah kendaraan roda empat yang ciri-cirinya mirip dengan yang dilaporkan informan kami yakni Toyota Avanza dengan nomor polisi BM 1671 BE. Diduga kendaraan tersebut dikemudikan tersangka Joni dan Riyan,” kata Kepala Bidang Penindakan BNNP Sumsel, AKBP Agung Sugiyono.
Petugas lalu membuntuti kendaraan tersebut sambil memastikan kevalidan informasi mengenai ciri-ciri kendaraan yang dimaksud.
Setelah diyakini kendaraan tersebutlah yang membawa narkotika, petugas melakukan penyergapan di jalan lintas Betung-Sekayu, tepatnya di Kecamatan Betung.
“Namun saat akan diberhentikan, kendaraan tersebut berusaha kabur sehingga terpaksa diberi tindakan tegas terukur dengan menembak body kanan depan mobil,” katanya.
Sementara itu tersangka Joni mengaku ia mendapatkan upah sebesar Rp 15 juta dari AC jika barang tersebut sudah sampai ditujuanm
“Dikasih DP (uang muka upah mengantar sabu dan ekstasi) Rp 15 juta, uang jalan Rp 5 juta,” kata pria 29 tahun itu.
Joni mengaku sebelumnya ia juga pernah ditugaskan mengantar sabu ke Sumatera Selatan.
“Sudah dua kali ditugaskan bos (AC) antar narkoba, tapi yang kedua kali ini tertangkap,” katanya.#osk