Home / Headline / 1825 Kesultanan Palembang Darussalam Dihapuskan Belanda

1825 Kesultanan Palembang Darussalam Dihapuskan Belanda

BP/ DUDY OSKANDAR
sejarawan Sumsel-Syafruddin Yusuf

Palembang, BP

Suatu kerajaan Islam di Indonesia yang berlokasi di sekitar kota Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) sekarang. Kesultanan ini diproklamirkan oleh Sri Susuhunan Abdurrahman, seorang bangsawan Palembang pada tahun 1659 .
Namun ada perdebatan mengenai penghapusan Kesultanan Palembang Darusalam apakah tahun 1823 atau tahun 1825.
Sejarawan Sumatera Selatan (Sumsel) Syafruddin Yusuf menjelaskan sebelum Kesultanan Palembang Darussalam dihapuskan pemerintah kolonial Belanda, Sultan Palembang Ahmad Najamuddin Prabu Anom telah menyerahkan kekuasaannya ke Belanda di tahun 1823.
“ Secara hukum tahun 1823 Kesultanan Palembang Darussalam sudah hapus, karena kekuasannya sudah diberikan kepada Belanda namun Belanda tidak langsung mengambil alih, karena pertimbangan politis, kalau langsung diambil alih, bisa terjadi keributan jadi dibiarkan dulu Ahmad Najamuddin Prabu Anom menjadi sultan tapi dibatasi kekuasannya, Prabu Anom menyadari dia dibatasi dan melakukan pemberontakan sampai ditangkap Belanda dan tahun 1825 Kesultanan Palembang Darussalam dihapuskan,” katanya, Minggu (9/2). Dan setelah tahun 1825, tidak ada lagi Sultan di Palembang.
Namun sebelum tahun 1825 diakuinya Palembang masih memiliki Sultan namun perekonomian diatur oleh Belanda dan tahun 1825 Kesultanan Palembang Darussalam dihapuskan dan Palembang dipegang penuh oleh Belanda
“ Ada yang hitung dari tahun 1825 , kalau dianggap sampai 1945 berarti sekitar 120 tahun , Palembang di kuasai Belanda, “ katanya.
Menurut dosen sejarah Univesitas Sriwijaya (Unsri ) ini, pembentuk Kesultanan Palembang Darussalam adalah bangsawan dari Jawa, sehingga unsur-unsur Jawa banyak di kebudayaan Palembang, terutama bahasa Palembang.
“Kenapa bahasa Jawa digunakan tapi disesuaikan dengan kultur Palembang, karena salah satu cara untuk melegitimasi kekuasaan mereka, harus beda, konsep Jawa itu khan harus berbeda dengan yang dikuasai, kalau dia berbicara dia harus ada bahasa sendiri, tidak boleh sama dengan rakyat biasa, karena itu bahasa Palembang lama mirip-mirip bahasa Jawa,” katanya.
Namun yang menguasai bahasa Palembang asli sedikit karena bahasa ini tidak dikembangkan di lembaga pendidikan. #osk

x

Jangan Lewatkan

Musda BKPRMI Palembang Deadlock

Palembang, BP Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Palembang di Hotel Amaris, Sabtu (28/11) ...