Ultimate magazine theme for WordPress.

DPRD Sumsel Minta Ketegasan Pemprov Sumsel Dalam Penanganan Virus Corona

BP/DUDY OSKANDAR
Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Mgs Syaiful Padli

Palembang, BP

Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Mgs Syaiful Padli mendesak Gubernur Sumsel melalui Dinas Kesehatan Sumsel untuk mengambil langkah kongkrit guna mencegah penyebaran virus corona di Sumsel terutama Palembang.

“ Aku lihat di bandara kita belum siaga satu, jadi artinya ini bisa menjadi rentan bagi masyarakat Sumsel, orang yang datang ke Sumsel darimana saja, jangan dilihat orang dari cina saja , setidaknya di bandara kita sudah ada alat untuk mengidentifikasi orang yang masuk tidak menginap virus corona,” katanya, Rabu (5/2).

Apalagi momen cap gomeh di Pulau Kemaro akan banyak datang tamu ke Palembang termasuk dari Cina.

”Aku secara pribadi meminta ketegasan Pemprov Sumsel melalui Kepala Dinas Kesehatan Sumsel , jangan sampai virus itu masuk lewat orang-orang yang datang ke Sumsel dan bila perlu mereka buat ruangan khusus di bandara , isolasi dulu orang masuk Sumsel ini yang akan melaksanakan ibadahnya disini, ini bukan dalam rangka kita menolak, tapi lebih mengamankan orang-orang yang ada di Sumsel , dan ini kewajiban pemerintah daerah terutama dari dinas kesehatan melakukan pengamanan itu,” katanya.

Baca Juga:  Ketua DPRD Muara Enim dari PDIP Ditangkap KPK, PDIP Sumsel Serahkan Pada Proses Hukum

Setelah rapat paripurna pekan depan, Komisi V DPRD Sumsel akan memanggil Dinkes Sumsel untuk meminta penjelasan terkait dengan kesiapan Sumsel terhadap virus corona ini juga dalam kunjungan cap go meh di Sumsel diakhir bulan ini.

“Antisipasinya seperti apa, kita akan minta penjelasan dari pihak Dinkes,” katanya.
Politisi PKS ini menilai jangan menjudge kalau antisipasi virus corona yang dilakukan Sumsel pariwisata Sumsel akan berkurang, tidak , namun adalah bentuk antisipasi dari Sumsel dan ini tidak tiap tahun.

“ Selama ini tidak ada masalah, jadi jangan dibenturkan virus corona dengan pariwisata di Sumsel dan ingat kita juga wisatawan ini bukan dari Cina di Cap Go Meh tapi kita juga ada perayaan lain, seperti orang arab yang datang ke acara haul akbar,” katanya.

Sedangkan Gubernur Sumsel Herman Deru memberikan himbauan kepada warga Sumsel agar pihak keluarga melapor ke pemerintah daerah apabila ada anggota keluarganya yang masih ada di Wuhan, China. Terutama jika mereka adalah WNI (Warga Negara Indonesia) baik mahasiswa yang mengenyam pendidikan ataupun TKI yang bekerja di Wuhan, China.

Baca Juga:  Komisi V DPRD Sumsel Tinjau Pelaksanaan Penundaan Belajar Mengajar di SMAN 3  Unggulan OKI

“Saya sudah intruksikan kemarin, kalau ada WNI baik itu TKI ataupun mahasiswa utamanya di Wuhan, agar pihak keluarga melapor ke Pemprov Sumsel agar difasilitasi untuk pulang ke Sumsel,” kata Herman Deru, Rabu (5/2).
Ia mengatakan, untuk TKI bisa melapor ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sumsel sementara mahasiswa bisa melapor ke Dinas Pendidikan Sumsel. Nantinya, OPD ini akan langsung berkoordinasi dengan Gubernur Sumsel.

“Pemprov Sumsel akan fasilitasi selama yang bersangkutan mau. Kan ada yang tidak mau, mungkin karena mereka sudah berkeluarga disana atau apa. Tapi untuk WNI yang berasal dari Sumsel, bisa difasilitasi, dan kita bantu semuanya untuk kepulangan mereka ke tanah air ” kata dia.

Terkait dengan mahasiswa yang sudah pulang ke Sumsel, Herman Deru menegaskan mereka sudah diperiksa kesehatannya. Dan mereka juga sudah dipantau kesehatannya oleh Dinkes setempat. “Masyarakat tidak perlu kuatir. Kita terus memantau dan bekerjasama dengan OPD terkait”, ucapnya.
Herman Deru menuturkan, merebaknya wabah virus ini memang sudah menjadi isu yang sangat pesat. Karenanya, Pemprov Sumsel sudah antisipasi untuk pendatang ataupun wisatawan dari negara lain yang hendak masuk ke Sumsel.

Baca Juga:  Perpisahan Anggota Komisi I DPRD Sumsel Periode 2014-2019 Berlangsung Haru

Baik dari pintu masuk kedatangan di bandara atau pelabuhan hingga antisipasi dari rumah sakit, hingga puskesmas pembantu. “Semuanya sudah antisipasi. Kalau memang ada yang mengidap virus ini, seharusnya mereka memberitahu institusi formal agar segera diambil tindakan. Tapi sejauh ini memang belum ada kasus sehingga masyarakat tidak usah kuatir,” kata dia.

Terkait dengan adanya even Cap Go Meh yang biasanya didatangi oleh wisatawan dari Tiongkok dan negara Asia lainnya, Herman Deru mempersilahkan. Selagi para wisatawan atau pengunjung ini tidak terbukti terindikasi virus corona tersebut.

“Bukan hanya wisatawan Tiongkok, wisatawan dari negara lain termasuk domestik silahkan ke Palembang. Selagi mereka tidak terindikasi mengidap virus corona, sars, dan mers,” ungkap dia.

Herman Deru juga berharap Cap Go Meh dapat menjadi momen untuk introspeksi diri serta tahun ini lebih baik dari tahun kemarin.

Selain itu ia meminta kepada masyarakat Sumsel untuk tidak mengucilkan jika ada WNI asal Sumsel yang kembali dari Tiongkok.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...