Itulah Demokrasi , Kita Harus Hargai , Selesai Kongres Bersatu, Siapkan Muswil Cari Yang Terbaik

2

BP/IST
H Joncik Muhammad

Palembang, BP
Jelang Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) ke V yang dilaksanakan pada 10-12 Februari 2020 di Kendari, Sulawesi Tenggara mendatang.

Walaupun 19 suara di Sumsel tidak solid, bagi Ketua DPD PAN Kabupaten Empat Lawang H Joncik Muhammad, Jumat (31/1) hal tersebut tidak menjadi masalah yang penting bangun kehormatan, bangun silaturahmi, niatkan untuk kemajuan PAN, selesai Kongres kembali ke Sumsel , bersatu padu lalu persiapan Muswil tahun 2020 ini.

“ Itulah demokrasi , kita harus hargai itu, begitu selesai Kongres balik bersatu , siapkan Muswil cari yang terbaik di Sumatera Selatan, bersama-sama besarkan partai, bangun berjibaku, Insya Allah harus meningkat sekarang lima kursi kedepan harus lebih , kalau bisa tiap dapil terwakili di DPRD, pokoknya kita serahkan kepada kader yang terbaik , nurani mereka mengatakan, ini kader terbaik partai tiga-tiganya , siapapun tidak ada persoalan,” kata Bupati Empat Lawang ini.

Baca:  1, 4 Tahun Pimpin Empat Lawang, Joncik Akui Janji Kepada Masyarakat Beberapa Sudah Ditunaikan

Ditambahkan ketua KAHMI Sumsel ini, jika 3 bakal calon ketum PAN periode 2020-2025 yang ada yaitu, Zulkifli Hasan (petahana), Asman Abnur (wakil ketum dan mantan menteri) serta Hanafi Rais yang tak lain adalah putra Amien Rais, telah melakukan silahturahmi ke pengurus PAN se Sumsel untuk mendapatkan dukungan.

Menurut Joncik Muhammad, adanya perbedaan ditubuh PAN se Sumsel itu, merupakan dinamika dalam demokrasi, dan setiap pengurus yang memiliki hak suara bebas memilih calon ketua umum PAN nantinya.
Dimana diungkapkan mantan ketua tim sukses calon ketum PAN periode 2015-2020 Hatta Rajasa ini, adanya perbedaan pilihan merupakan hal wajar, namun setelah proses pemilihan semua kembali bersatu.

“Harapan kita inilah proses demorasi di PAN jalan terus dari kongres ke kongres, hingga sekarang biasanya kontestasinya tinggi, namun kalau selesai berangkulan kembali. Ini ajang lima tahunan berkompetisi, tapi setelah terpilih ketuanya maka berangkulan kembali untuk memajukan PAN,” kata Joncik, Jumat (31/1).

Baca:  Pilkada langsung Perlu Kajian Serius

Menurutnya, PAN ini partai reformasi, lahir saat reformasi dan demokrasi. Kalaupun ada perbedaan pilihan itu biasa, apalagi ini lima tahun sekali.

“Asal ukhuwal dijaga dan silahturhmi dijaga, selesai, maka bersama- saka kembali membesarkan partai,” katanya.
Dilanjutkan Joncik, PAN Sumsel sendiri harus optimisi kedepan, dan kader harus bersatu kalau ada perbedaan kongres saling menghargai, sebab hal itu demokrasi, tapi kalau selesai maka harus besartu dan kembali bersama- sama.

Ketika ditanya apakah maju menjadi Ketua DPW PAN Sumsel, menurut Joncik akan dia akan melihat dulu yang terpenting bagaimana menyukseskan kongres PAN .

“AD/ART mengatur sama , yang punya hak suara itu, di DPP itu Ketum, Sekjen, Bendum di DPW Ketua DPW dan Sekretaris DPW, DPD itu Ketua Kabupaten kota, sama ortom partai ada BM PAN, PARA, itu punya suara satu-satu, total suara kongres PAN 590, untuk Sumsel suaranya 19 jadi 17 kabupaten kota untuk ketua-ketuanya tambah Ketua dan Sekretaris DPW PAN, “ katanya.

Baca:  Yulizar Legowo dan Dukung Joncik Sebagai Pemenang Pilkada Empat Lawang

Sekedar informasi, dalam kongres PAN di Kendari nanti untuk memilih ketum, ada 590 pemilik suara untuk pemilihan ketua umum PAN yang terdiri dari 34 dewan pimpinan wilayah (DPW), 514 dewan pimpinan daerah (DPD), serta hak suara ketua, sekretaris jenderal, dan bendahara umum. Sementara untuk DPW PAN Sumsel ada 2 suara yaitu Ketua dan Sekretaris, serta suara DPD (Kabupaten/ kota) masing- masing 1 suara, sehingga total ada 19 suara.#osk