Agar Dikenal Nasional dan Mendunia , Kabupaten Empat Lawang Kembangkan Brand Kopi Sendiri

4

BP/DUDY OSKANDAR
Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad didampingi Wakil Bupati Empat Lawang Yulius Maulana

Palembang, BP

Kondisi alam yang beriklim tropis, dengan suhu rata-rata suhu maksimum 37,1 derajat celcius dan minimun 22,7 derajat celcius. Kelembaban udara berkisar antara 68,85 – 90,20 persen, dan kecepatan angin 1,18 – 11,70 knot.
Letak geografis tersebut menjadikan Kabupaten Empat Lawang sebagai salah satu sentra produksi dan budidaya kopi robusta, yang merupakan wilayah pegunungan bukit barisan dengan ketinggian 300-600 m dpl, membuat rata rata mayoritas masyarakat Kabupaten Empat Lawang berprofesi sebagai petani di kabupaten Empat Lawang, salah satunya adalah bertani Kopi sebagai sektor pertanian yang sangat diandalkan oleh kabupaten Empat Lawang.
Wajar kalau kopi robusta Empat Lawang menjadi salah satu kopi terbaik di Indonesia sejajar dengan Kopi Arabika Gayo, Sumatera Arabika Simalungun Utara, Robusta Lampung, Arabika Java Preanger, Java Arabika Sindoro-Sumbing, Arabika Ijen Raung, dan Arabika Kintamani Bali.
Selanjutnya, kopi Arabika Kalosi Enrekang, Arabika Toraja, Arabika Flores Bajawa, Liberika Tungkal Jambi dan Kopi Robusta Semendo asal Sumatera Selatan, Kopi Liberika Rangsang Meranti, Provinsi Riau, Kopi Arabika Sumatera Mandhailing,
“Kita benar-benar serius mengembangkan ini , persoalannya kita punya produk banyak setiap tahun, bahkan kopi kapal api, Lampung itu suplai terbesar dari Empat Lawang, Lampung punya nama karena mereka mengolahnya, Packaging dan semuanya mereka olah,” kata Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad didampingi Wakil Bupati Empat Lawang Yulius Maulana, Jumat (31/1).
Apalagi menurutnya, Kecamatan Sikap Dalam, Kecamatan Pendopo adalah penghasil kopi terbesar di kabupaten Empat Lawang.
“ Kopi robusta Empat Lawang itu sudah terkenal, bahkan sudah terdaftar di Paten. Kabupaten Empat Lawang harus membuat brand kopi tersebut agar bisa mendunia atau bisa terkenal secara nasional melalui pameran-pameran dan kerjasama Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menyiapkan pelatihan-pelatihan untuk itu, kerjasama dengan berbagai AEKI, ke Cape-Cape, ke perusahaan-perusahaan,” katanya.
Dari sisi citarasa kopi robusta Empat Lawang menurutnya tidak kalah dengan kopi lain dan itu sudah diakui.
“Kopi Robusta Lintang yang sudah ada paten sama Kopi Emas, dua ini aku minta PKK, Perindag, Dinas Koperasi Pertanian, anggarkan pameran-pameran besar di Indonesia, kita ikut di Jakarta, Nasional di Provinsi ada beberapa even ikuti dan produk pertanian unggulan itu salah satunya kopi biar mereka tahu, jangan sampai mereka tahu kopi kapal api, kopi semendo, jadi pemerintah fokus menyiapkan anggaran memberikan kebijakan politik untuk mensosialisasikan untuk keliling pameran-pameran mengikutkan stand Empat Lawang dan memamerkan salah satu produk unggulannya Kopi ,” katanya.
Selain itu Joncik bertekat mengembangkan pariwisata di Empat Lawang dengan menonjolkan wisata kuliner, wisata budaya, wisata sejarah, wisata alam yang ada di Empat Lawang.
“Yang pasti bangun ini harus punya gagasan, konsep baru pelaksanaan, dan selalu berbasis riset, kalau membangun tidak berdasarkan data yang faktual susah, saya selalu dengan Pak Wagub selalu berkerjasama dengan lembaga konsultan, perguruan tinggi dalam rangka ini,” katanya.#osk

Baca:  Bawaslu Sumsel Terima 7 Laporan Dugaan Penggelembungan Suara di Empat Lawang