Ultimate magazine theme for WordPress.

Kelly Sempat Tiga Kali Ditanya Penyidik KPK Soal Harun Masiku

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Selatan (Sumsel), Kelly Mariana didampingi komisioner KPU Sumsel lainnya Amrah Muslimin dan Hepriyadi saat menjelaskan kepada wartawan dikantor KPU Sumsel, Kamis (30/1)

Palembang, BP
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Selatan (Sumsel), Kelly Mariana memenuhi panggilan tim penyidik Komisi Pemberantasan (KPK), Rabu (29/01). Kelly dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap penetapan Anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW) yang menyeret mantan Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan.

Kelly diperiksa selama tiga jam, mulai pukul 10.20 , jam 12.00 istirahat, lalu jam 13.00 diperiksa kembali dan selesai pemeriksaan pukul 14.00.

“Inti pertanyaan mereka itu kenal tidak dengan pak Wahyu (mantan Komisioner KPU RI), kenal tidak dengan ibu Tio (mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina) , Harun masiku (pemberi uang) sama Saeful (pemberi uang dari unsur swasta), dan pak Dodi, pengacara itu, yang kita kenal pak Wahyu sebagai pimpinan, ibu Tio pernah menjadi anggota Bawaslu waktu periode sebelumnya, ada 15 pertanyaan, pertanyaan 1 sampai 7 itu pribadi kenal apa tidak, anak kita, fungsi dan komisioner sapa saja,” kata Kelly didampingi komisioner KPU Sumsel lainnya Amrah Muslimin dan Hepriyadi kepada wartawan dikantor KPU Sumsel, Kamis (30/1)

Masuk pertanyaan tehnis menurut Kelly mengaku ditanya soal tehnis PAW Rizky Aprilia (anggota DPR RI dari PDIP asal Sumsel), Kelly mengaku tidak tahu ada PAW Rizky Aprilia tahunya dari media.

“ Karena si Rizky Aprilia itu telah ditetapkan KPU dan sudah terpilih , sudah duduk dan di lantik Di DPR RI dan itulah yang kami sampaikan dari hasil rekap, sekarang dia masih anggota anggota DPR RI,” katanya.

Kelly sempat ditanya penyidik KPK, apakah kenal dengan Harun Masiku, Kelly mengaku tidak kenal dengan Harun Masiku walaupun Harun Masiku dari dapil Sumsel.

Baca Juga:  KPU Sumsel Sosialisasi Pemilih di Kawasan Gunungan Sampah

Malahan menurut Kelly, penyidik KPK sampai tiga menanyakan soal Harun Masiku kepadanya.

“Kenal enggak sama Harun Masiku, saya jawab tidak kenal, trus masak ibu tidak kenal khan dia calon dari ini,  saya jawab, ya mulai dari pencalonan dia di KPU RI, “ “katanya.

Lalu saat surat suara sudah dicetak pihaknya punya dami dan situ pihaknya tahu siapa-siapa yang mencalonkan diri dari PDIP  untuk DPR RI tapi hanya orang yang dikenal yang dirinya tahu .

“ Kita jelaskan kalau DPR RI itu mulai dari pencalonan sudah di KPU RI, saya tahunya orang yang saya kenal di DPR RI, karena di banyak calon khan di DPR RI, ada 100 calon lebih anggota DPR RI dan saya hanya tahu yang saya kenal, “ katanya.

Selain itu  menurut Kelly dia ditanya soal perolehan suara Rizky Aprilia dan perolehan suara Harun Masiku.

“ Rizky suaranya 44 ribuan, pak Harun Masiku 5 ribuan ,” katanya.

Pertanyaan selanjutnya sampai pertanyaan nomor 14 tentang perolehan suara Almarhum  Nazaruddin Kiemas.

“ Kita tidak tahu perolehan suara Nazaruddin Kiemas, karena ada PKPU No 3 tahun 2019 pasal 37 dijelaskan bahwa mulai perhitungan suara di TPS suara caleg yang tidak memenuhi syarat lagi atau meninggal dunia itu dikosongkan dan suara sahnya diberikan untuk suara partai dan itu dmulai dari penghitungan suara di TPS, dalam kenyataan tidak semua TPS mengosongkan dan melimpahkan ke partai , ada yang ditulis, ada yang mengosongkan itu ditingkat TPS, ada yang mengosongkan di tingkat PPK ada bahkan mengosongkan di kabupaten dan dipleno provinsi bahkan dan itu disosialisasikan setelah pihaknya mendapatkan surat No 707 tanggal 16 April 2019 untuk memberitahukan kepada PPS untuk mengumumkan ada salah satu calon anggota legislatip atas nama Nazaruddin Kiemas meninggal dunia dan disitu diperintahkan supaya dicoret didalam DCT kemudian perolehan suara sah calon yang meninggal dunia dikosongkan dan limpahkan ke partai,” katanya.

Baca Juga:  KPU Palembang Tolak Pendaftaran Chairisyah-Mualimin

Dia mengakui ada dua kabupaten kota yang full mengisi, ada dua kabupaten kota sudah di nolkan dari kabupaten, ada dua kabupaten yang disini sebagian seperti Banyuasin di tiga kecamatan nol yang lainnya diisi di Lubuk Linggau dari 8 kecamatan , 5 sudah dinolkan , dua kecamatn diisi.

“ Kalau kita lihat hasil itu saja, totalnya berkurang dan sudah pasti Cuma sedikit khan suara pak Nazaruddin, kita tidak tahu itu yang pasti kiyta sudah melakukan rekapitulasi ditingkat provinsi dan ditingkat provinsi itulah kita mengosongkan suara pak Nazaruddin Kiemas dan melimpahkan ke suara partai atas persetujuan partai politik, karena waktu itu kita tanya, kita nolkan khan, oke kita limpahkan ke partai waktu itu suara pak Nazaruddin yang ada sampai di Provinsi,” katanya.

Dan itu juga dibuktikan dengan tidak adanya form C2 diisi PDIP waktu itu.

“ Dan hasil rekapitulasi kita itu dibawa , disampaikan rekapitulasi tingkat nasional di Jakarta tanggal 31 Agustus, itu tidak ada penolakan dan itu sudah nol untuk suara pak Nazaruddin Kiemas, itu yang saya sampaikan ke penyidik KPK, terlepas masalah itu yang masalah suap tidak ditanyakan,” katanya.

Baca Juga:  Ada 60 Kasus Baru, Total Pasien Positif Covid-19 di Sumsel Jadi 5.794

Untuk mekanisme PAW menurutnya, harus terpilih dan sudah dilantik maka partai yang bersangkutan mengusulkan ke pimpinan DPR , mengirim surat keterangan ke KPU tentang hasil rekap dan perhitungan suara .

“Sesuai aturan nomor urut berikutnya bukan Harun Masiku khan tapi Darmadi Jufri , kalau PAW Rizky Aprilia, tapi Rizky Aprilia belum dipecat dan KPU berpegang pada undang-undang yang ada bahwa sistim kita proporsional terbuka kemudian juga penentuan PAW berdasarkan calon anggota legislatif dengan suara terbanyak berikutnya, diluar mekanisme itu KPU RI enggak mau,” katanya sembari mengatakan Nazaruddin Kiemas sudah meninggal dunia sebelum waktu pencoblosan suara.

Apalagi sebelum pemilu, KPU akan mengeluarkan surat-surat yang memang kejadian yang akan terjadi di TPS, termasuk menginformasikan orang yang meninggal dunia sebelum hari pencoblosan dan ada dua orang, salah satunya Nazaruddin Kiemas.

“Itulah kami diperintahkan meneruskan surat tanggal 16, itu ke KPPS melalui kabupaten kota supaya sampai di KPPS untuk diumumkan di TPS dan mencoret nama yang meninggal didalam DCT yang tertempel di TPS dan ditulis meninggal dunia,” katanya.

Dia pastikan kalau Rizky Aprilia memang calon DPR RI dari PDIP dapil Sumsel terpilih dan dilantik dan bukan PAW dari Nazaruddin Kiemas.

“ Rizky Aprilia itu memang suara terbanyak saat rekapitulasi di tingkat provinsi karena suara pak Nazaruddin sudah dikosongkan dikembalikan ke partai, “ katanya.

Sebelum diperiksa KPK, Kelly mengaku sudah melakukan koordinasi dengan KPU RI dan dengan rekan-rekannya sesama komisioner KPU Sumsel.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...