Ultimate magazine theme for WordPress.

Dinsos OKU Razia Badut Jalanan

Badut jalanan diamankan Dinsos OKU di simpang empat lampu merah Air Paoh, Baturaja Timur.

Baturaja, BP–Terkait maraknya badut di dimpang empat lampu merah Air Paoh dan di Jembatan Ogan 2 Baturaja Timur yang meresahkan masyarakat, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) melakukan razia dan pengawasan serta pendekatan secara persuasif kepada badut-badut yang melakukan aksinya di tempat yang dilarang.

Titik-titik favorit para badut dengan kostum berbagai karakter ini beragam. Namun kebanyakan yang melanggar yakni di sepanjang simpang empat lampu merah Air Paoh, Jembatan Ogan 2 Baturaja, dan area strategis lainnya di Kota Baturaja.

Kepada wartawan, Sekretaris Dinas Sosial OKU Firdaus mengatakan, Dinas Sosial dan pihak terkait mengamankan para badut, namun saat ini kita belum melakukan penyitaan terhadap kostum badut-badut tersebut hanya yang kita amankan, sekarang ini sifatnya persuasif saja.

Baca Juga:  28 Sekolah Jenjang SMP di Baturaja Terima Dana DAK

“Untuk diketahui penegakan atau penertiban badut jalanan tertuang dalam Perda OKU, tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Selama ini, badut yang berniat menghibur dan mencari rupiah ini diperbolehkan asal di bukan titik yang melanggar,” ujar Firdaus di Baturaja, Kamis (30/1).

Firdaus mengatakan badut jalanana ini boleh saja menghibur yang penting jangan di sepanjang jalur Lintas Sumatera apalagi di dekat Lampu Merah. “Karena ini dapat mengganggu arus lalu lintas, dikhawatirkan juga memicu kemacetan bahkan kecelakaan,” kata Firdaus.

Baca Juga:  Terkait Seragam Dinas, Bupati OKU Keluarkan SE

Lantas bagaimana dengan badut-badut yang beroperasi di Mall, rumah makan atau tempat-tempat wisata. Menurut Firdaus, untuk tempat wisata diperbolehkan saja. Jika itu rumah makan tinggal kesepakatan antara pemilik rumah makannya, kalau memang dilarang itu tergantung pemiliknya.

Firdaus menganggap badut jalanan karakter kartun itu sama saja dengan pengemis. Hanya saja mereka menutupi kedoknya dengan cara mengenakan kostum badut.

Sementara itu salah seorang badut yang sempat diamankan oleh Dinas Sosial OKU yakni Asnah (45) asal Karang Jaya Kecamatan Prabumulih Timur tak menampik masih ada saja badut yang tak jera meski sudah pernah ditertibkan.

Baca Juga:  Baru Seminggu Selesai, Proyek Jalan Simpang Senuro Bernilai Rp1Miliar Retak-retak

Asnah sendiri menurut penjelasannya dalam minggu inilah ia melakukan pekerjaan sebagai badut jalanan. Ia melakuknan hal tersebut karena terpaksa, suaminya sudah meninggal tahun 2015 yang lalu, karena kecelakaan.

Dihadapan petugas Dinas Sosial Asnah membuat pernyataan, apabila nantinya masih melakukan aksi badut jalanan maka pakaian badutnya akan disita permanen sesuai konsekuensinya karena mangkal di titik terlarang. #yan

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...