Ultimate magazine theme for WordPress.

Suap Bupati Muara Enim, Robi Okta Divonis 3 Tahun Penjara

BP/IST
Ketua Majelis Hakim, Abu Hanifah, menjatuhkan pidana penjara terhadap Robi Okta Fahlevi (35), terdakwa kasus suap di Dinas PUPR Muara Enim, yang turut menyeret nama Ahmad Yani, yang saat ini berstatus Bupati non aktif

Palembang, BP

Ketua Majelis Hakim, Abu Hanifah, menjatuhkan pidana penjara terhadap Robi Okta Fahlevi (35), terdakwa kasus suap di Dinas PUPR Muara Enim, yang turut menyeret nama Ahmad Yani, yang saat ini berstatus Bupati non aktif.
Dia divonis pidana penjara selama tiga tahun dan denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan. Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1 A Khusus Palembang, Selasa (28/1).
Majelis menyatakan, jika Robi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan suap terhadap Bupati Muara Enim non aktif, Ahmad Yani, untuk mendapatkan sebanyak 16 paket pengerjaan jalan dengan memberikan fee sebesar 10 persen, dengan nominal Rp13,4 miliar dari total pengerjaan proyek APBD 2019 sebesar Rp130 miliar.
“Menyatakan terdakwa terbukti melanggar ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 64 Pasal ayat 1 KUHP, dengan penjara selama 3 tahun, dendan Rp 250 juta subsider enam bulan penjara,” kata majelis hakim.
Usai menjatuhkan vonis, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menerima atau pikir-pikir atas putusan tersebut. “Terdakwa memiliki hak untuk menerima atau pikir-pikir atas putusan ini selama tujuh hari. Begitu juga dengan Jaksa. Dengan ini, persidangan dinyatakan selesai,” katanya.
Atas putusan ini, terdakwa Robi mengaku akan berkonsultasi kepada tim kuasa hukumnya terkait vonis hukuman yang telah dijatuhkan oleh majelis hakim.
“Saya pikir-pikir dulu, tapi apa pun yang terbaik dari Allah, saya ikhlas,” katanya.

Baca Juga:  Berkas Tahap II Tersangka 5 Komisioner KPU Palembang Dilimpahkan ke Pengadilan

Selain itu, Robi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya warga Muara Enim atas tindakan yang telah dilakukannya. Robi mengatakan dirinya mendapatkan banyak pelajaran dari kasus ini.
“Saya sudah salah, dan saya meminta maaf,” katanya.
Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Roy Riyadi, vonis yang dijatuhi majelis hakim terhadap terdakwa tersebut sesuai dengan tuntutan dari JPU.
“Kami berterima kasih kepada majelis hakim tang telah memutus perkara ini sesuai dengan tuntutan JPU,” katanya.
Robi sebelumnya terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim KPK pada 2 September 2019. Dalam OTT tersebut, Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muara Enim Elfin Muchtar dan Bupati Muara Enim juga ikut tertangkap.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...