Ultimate magazine theme for WordPress.

Ketua KPU Sumsel Ditanya 15 Pertanyaan Oleh KPK

BP/IST
Kelly Mariana

Palembang, BP

Ketua KPU Sumatera Selatan (Sumsel) Dra Kelly Mariana ditanya sekitar 15 pertanyaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK di Jakarta, Kelly diperiksa sebagai saksi, Rabu (29/1).
“Diperiksa jam 10 pagi, selesai jam 14.30 dengan 15 pertanyaan, “ kata Kelly, Rabu (29/1).
Sedangkan anggota KPU Sumsel Amrah Muslimin mengatakan ketuanya diperiksa KPK dan ditanya seputar rekap dan caleg yang meninggal (Nazaruddin Kiemas).
Menurut Amrah, ia sendiri tidak bisa masuk ke dalam karena hanya Kelly yang diperkenankan mendapat panggilan dari KPK.
Mantan Ketua KPU Kabupaten Ogan Ilir ini menjelaskan, jika Ketua KPU Sumsel Dra Kelly Mariana dipanggil oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait penetapan anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Sumsel 1 dari fraksi PDIP, Riezky Aprilia.
“Idak melebar lah. Hasil rekap kami tu kan dijadikan patokan penetapan Riezky sebagai calon terpilih. Soal proses prolehan suara PDIP di Sumsel 1 Terkait WS,” kata Amrah.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kelly dipanggil sebagai saksi kasus suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR peridoe 2019-2024 yang melibatkan eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan eks caleg PDI-P Harun Masiku.
“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAE (Saeful, pihak swasta),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.
Ali tidak membeberkan apa yang akan didalami penyidik dalam pemeriksaan terhadap Kelly hari ini.
Namun, diketahui bahwa Harun yang menjadi tersangka dalam kasus ini merupakan eks caleg DPR dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I.
Sebelumnya KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap ini, yaitu Komisioner KPU Wahyu Setiawan, eks caleg PDI-P Harun Masiku, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan seorang pihak swasta bernama Saeful.
KPK menetapkan Wahyu sebagai tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.
KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta dari Harun Masiku dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya.
Sedangkan, Wahyu disebut meminta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan niat Harun Masiku.
Saeful diduga berperan sebagai perantara yang menyerahkan uang suap ke Wahyu dari Harun dan salah satu sumber dana yang masih didalami KPK.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...