Ultimate magazine theme for WordPress.

Ayah Tiri Bejat, Empat Kali Gauli Anak Tiri, Digrebek Polisi

BP/IST
Mengetahui tempat persembunyian pelaku yang menggauli terhadap anak tirinya, ZB (14), Satuan Reskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang pimpinan Kanit PPA, Iptu Tohirini, menggrebek pelaku yang tidak lain merupakan ayah tiri korban, Asmuid alias Muid (52) digerbek petugas, saat menggali kuburan cina di kawasan Sukarami, Senin (27/1).

Palembang, BP

Mengetahui tempat persembunyian pelaku yang menggauli terhadap anak tirinya, ZB (14), Satuan Reskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang pimpinan Kanit PPA, Iptu Tohirini, menggrebek pelaku yang tidak lain merupakan ayah tiri korban, Asmuid alias Muid (52) digerbek petugas, saat menggali kuburan cina di kawasan Sukarami, Senin (27/1).
“Awalnya kita menerima laporan Ibu korban, Asmawati (52). Karena pelaku sudah tidak tinggal lagi di rumahnya, maka kami harus menyelidiki keberadaannya, termasuk tempat persembunyiannya. Ketika mendapati informasi, kami langsung gerbek,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kanit PPA, Iptu Tohirin.
Saat diperiksa, pelaku mengaku tergoda akan kemolekan tubuh korban yang kerap menggunakan baju tali sejari jika tidur.
“Modusnya, pelaku melakukan pencabulan disaat situasi sedang sepi dan korban sedang menggunakan busana tidur. Pelaku mengancam korban dan minta untuk dilayani. Karena dipergoki kakak kandung korban, pelaku pergi dari rumah dan sembunyi di tempat persembunyiannya,” kata Tohirin.
Kepada petugas, tersangka mengaku melakukannya atas dasar suka sama suka. Tidak ada paksaan terhadap korban dan sudah empat kali berhubungan selama satu bulan.
“Sudah empat kali berhubungan badan di rumah pak, setiap hari Minggu dan pukul 06.00 WIB. Beliau tidak melawan, tapi hanya menutup wajahnya dengan kedua tangan. Setelah itu, kembali seperti semula,” kata tersangka.
Korban yang merupakan anak bungsu dari lima saudara ini, sering diberikan uang sekolah kepada pelaku sebesar Rp 10 ribu.
“Saya tergoda karena sering berpakaian seksi atau baju tali sejari. Ketika situasi sepi, saya ajak berhubungan badan,” kata tersangka.
Sementara, Ibu korban, Asmawati menjelaskan persetubuhan ini dipergoki anak sulungnya di rumah, pada Minggu (1/12/2018).
“Saat itu anak saya sedang tidur, lalu pelaku masuk kamar dan mengancam korban. Dengan terpaksa korban disetubuhi dan itu dipergoki anak sulung saya. Jelas, Ibu mana yang terima jika anak kandungnya diperlakukan seerti ini. Saya ingin dia (pelaku_red) mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata Asmawati.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...